BERGERAK keliling daerah, berjalan ke pelosok desa terpencil dan berlumpur. Tak peduli terik matahari dan hujan bahkan banjir sungguh merupakan nilai tersendiri bagi Danny Pomanto dan Azhar Arsyad.
Semangat itu dilandasi atas keberpihakan Danny Pomanto dan Azhar Arsyad pada masyarakat dan juga menguatkan niat perjuangannya membela masyarakat dengan jargon Save Sulsel.
Tentulah ada dasarnya mengangkat jargon tersebut. Dibenak Danny Pomanto-Azhar Arsyad masih terbentang luas pembangunan yang tak merata khususnya infrastruktur.
Baca Juga: Pendidikan Kader Ulama Sulsel Putra Kembali Dibuka, Berikut Link Pendaftarannya!
Begitupun temuan dugaan penyalahgunaan kewenangan atau korupsi di beberapa organisasi pemerintah daerah (OPD) dan paling nyata terjadinya defisit anggaran dan lain lain.
Pada masa berkampanye, dilakukannya setiap hari, berupaya bersahabat dengan alam yang terjal. Semangat membajanya tidak pernah kendor meskipun tak didampingi orang hebat, tokoh besar dan artis top.
Semangatnya berkampanye menyosialisasikan diri dan memperkenalkan visi misi programnya dihadapan masyarakat adalah perwujudan niat yang bernilai berlian.
Baca Juga: Selamat! Inilah Nama-Nama Wisudawan Terbaik Universitas Sulawesi Barat Tahun 2024
Kini upayanya itu telah terjawab cukup sempurna. Sebuah raihan dan nilai yang luar biasa. Merupakan langkah awal bagai investasi pengenalan diri yang menunjang kedepannya lima tahun mendatang.
Terlihat data sementara, dari 24 kabupaten/kota terdapat tiga daerah diunggulinya, yakni Kabupaten Bantaeng, Toraja, dan Toraja Utara. Meskipun Makassar yang merupakan basisnya mengalami penurunan suara seperti pilkada-pilkada sebelumnya yang selalu sukses meraih kemenangan.
Sebagai pendatang baru untuk ruang lingkup wilayah yang lebih luas, tentulah memang bukan hal yang mudah merenggutnya apalagi berhadapan dengan incumbent yang jauh sudah di kenal, populer dan terstruktur hingga ke pelosok.
Baca Juga: Kemenag RI Tanggapi 3 Kepala KUA di Sulsel Kembalikan Uang Gratifikasi
Namun terlihat bagi Danny Pomanto bersama pasangannya Azhar Arsyad bukanlah hal yang mengganjal niatnya. Paling tidak telah sukses meletakkan demokrasi bagi masyarakat untuk bebas memilih calon pemimpin. Masyarakat tidak hanya diperhadapkan dengan pilihan keterpaksaan hanya satu pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Sulsel pada Pilgub Sulsel 2024.
Dengan majunya Danny Pomanto dan Azhar Arsyad, kemarin sebagai peserta pilkada bernomor urut 1 tentulah menghadirkan suasana demokrasi yang lebih hidup dibanding paslon melawan kotak kosong.
Suasana pesta demokrasi semakin mencerahkan dalam berbagi informasi dan kebutuhan masyarakat, apalagi apa yang diperjuangkan dan disampaikan diruang publik memang merupakan hal yang akurat, kebutuhan masyarakat luas khususnya masyarakat pelosok desa.
Apa yang disampaikannya bagai kerja-kerja pembelaan (advokasi) terhadap masyarakat untuk pemenuhan kebutuhan dasarnya khsususnya sandang, pangan dan papan bahkan akses jalan yang belum memadai.
Secara tidak langsung pula apa yang dikemukakan Danny Pomanto bersama Azhar Arsyad dapat menjadi catatan bagi pesaingnya Andalan Hati jika pada nantinya benar-benar telah ditetapkan sebagai pemenang berdasar real count Komisi Pemilihan Umum (KPU), bukan merujuk quic count dan atau lembaga survei yang memang mengunggulkan Andalan Hati dari awal.
Satu program Danny Pomanto-Azhar Arsyad yang juga mengemuka di ruang publik dan mendapatkan respons positif kalangan masyarakat, terkhusus pegiat antikorupsi, ialah niatnya mewujudkan pemerintahan bersih dan bebas korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang dituangkan dalam visi misinya.
Bagi pegiat antikorupsi program tersebut adalah kebutuhan birokrasi yang tak boleh diabaikan bahkan patut diimplementasikan sesuai amanat konstitusi, sesuai undang-undangnya yaitu Undang-undang No 28 tahun 1999 tentang Pemerintahan yang Bersih dan Bebas KKN.
Begitu pula berkait budaya lokal, pelestarian budaya dan sektor lainnya. Pasangan Danny Pomanto dan Azhar Arsyad begitu peduli dengan pelestarian budaya Sulsel yang sarat dengan makna. Beberapa jaringan lembaga adat secara khusus menerima kedatangan Danny Pomanto dan Azhar Arsyad, pasangan yang menggunakan tagline DIA di Pilgub Sulsel, dalam setiap kunjungannya di daerah.
Baca Juga: Prof Muammar Bakry Diusulkan Jadi Ketua FKUB Sulsel Didampingi Prof M Ghalib
Seperti di daerah Maros, Pinrang, Luwu, Bone, Gowa, Bulukumba (Kajang), dan beberapa daerah lainnya.
Harus disepakati bahwa pemerintahan tak akan optimal dan berkeadilan manakala didalamnya terdapat praktik KKN. Pendapatan daerah akan hancur itu diabaikan.
Kepada yang terpilih tentu paham dan masih mengingat bagaimana banyaknya pejabat daerah terjerat pidana korupsi yang berujung hotel prodeo. Semoga yang terpilih menjauhi praktik KKN tersebut demi untuk mewujudkan pemerintahan yang berkeadilan dan sejahtera secara menyeluruh masyarakat Sulsel. Bukan hanya berlaku pada keluarga, kelompok atau tim suksesnya.
Atas perjuangan Danny Pomanto-Azhar Arsyad sebagai penantang incumbent kini terbalaskan hasilnya dengan nilai yang cukup baik bahkan menjanjikan kedepannya. Memenangkan tiga daerah pemilihan dengan prolehan suara keseluruhan mencapai 34,69 % (1. 591.950).
Baca Juga: Cek Daftar Syarat Seleksi Petugas Haji 2025 Kemenag, Ada Ketentuan Berbahasa Arab dan Inggris
Persebarannya disetiap daerah kabupaten/kota juga mencerminkan adanya kehendak masyarakat terhadap figur Danny Pomanto, terlihat tidak ada yang kosong. Kalau itu terawat dengan baik, bukan hal yang mustahil kelak maju kembali lima tahun mendatang akan terjawab kemenangan yang tertunda.
Saya bersama jaringan aktivis antikorupsi di wilayah Sulsel telah berkonstribusi dan konsisten mendorong menghadirkan pemerintahan bersih dan bebas KKN dalam visi misi Danny Pomanto-Azhar Arsyad. Telah kami tunjukkan komitmen dan konsistensi mengawal program tersebut tanpa bayaran dan terikat afiliasi dengan parpol tertentu. Semata demi program.
Bahwa program yang melekat pada paslon Danny Pomanto dan Azhar Arsyad belum berkesesuaian harapan atau belum terpilih, bagi kami substansinya bukan disitu tapi bagaimana kwalitas integritas mengawal program.
Bagi kami di NGO antikorupsi dan sebagian masyarakat, seorang pemenang tidak hanya dilihat dari perolehan suaranya tetapi bagaimana kualitas dan materi kampanyenya serta visi misi yang diperjuangkan.
Bagaimana kepolosan dan keberaniannya mengungkap ke ruang publik apa yang kurang dan dibutuhkan masyarakat Sulsel saat ini dan akan datang. Pastinya Danny Pomanto dan Azhar Arsyad telah menunjukkan sikap keberpihakannya kepada masyarakat Sulsel.
Kepada yang ditetapkan terpilih nantinya, selamat dan silakan melanjutkan kepemimpinannya, wujudkan programnya begitupun janji politiknya dan paling penting, jangan korupsi!
Penulis:
Djusman AR
Koordinator Badan Pekerja Komite Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulselbar dan Koordinator Forum Komunikasi Lintas (FoKaL) NGO Sulawesi
