POJOKSULSEL, GOWA - Kegiatan CBT V Ma’had Al-Jami’ah UIN Alauddin Makassar kembali menghadirkan ruang penguatan karakter dan kesadaran sosial bagi para mahasiswa. Pada hari ini, Sabtu, 9 Mei 2026, Ketua CBT Ma’had Al-Jami’ah UIN Alauddin Makassar, Amiruddin Aminullah, S. Ag., M. HI membawakan materi bertajuk Relasi Diri dengan Lingkungan di hadapan peserta CBT V.

Dalam pemaparannya, Amiruddin Aminullah menekankan bahwa manusia tidak dapat dipisahkan dari lingkungan sosial maupun lingkungan alam. Ia menjelaskan bahwa relasi manusia dengan lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual yang harus dijaga secara seimbang. Menurutnya, krisis lingkungan yang terjadi saat ini tidak hanya disebabkan oleh persoalan teknis, tetapi juga lahir dari krisis kesadaran manusia terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan keagamaan.

Materi tersebut juga dikaitkan dengan konsep ekoteologis yang menempatkan manusia sebagai khalifah di bumi yang memiliki tanggung jawab menjaga kelestarian alam. Ia menjelaskan bahwa dalam perspektif Islam, lingkungan bukan sekadar objek eksploitasi, melainkan amanah yang harus dirawat demi keberlanjutan kehidupan bersama. Karena itu, kesalehan spiritual harus berjalan beriringan dengan kesalehan ekologis.

Baca Juga: Atribusi dalam Ibadah Haji

Dalam sesi penyampaiannya, Amiruddin Aminullah turut menyinggung pemikiran sejumlah tokoh bangsa yang memiliki perhatian besar terhadap isu kemanusiaan dan lingkungan, salah satunya Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Ia menggambarkan Gus Dur sebagai sosok yang tidak hanya memperjuangkan demokrasi dan pluralisme, tetapi juga menanamkan nilai penghormatan terhadap kehidupan, budaya, dan keberlangsungan lingkungan sosial masyarakat.

Menurutnya, nilai-nilai yang diwariskan Gus Dur relevan dengan tantangan generasi muda saat ini, terutama dalam membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari menjaga martabat manusia. Sikap toleran, kepedulian sosial, dan penghormatan terhadap kehidupan menjadi fondasi penting dalam membangun peradaban yang berkeadaban dan berkelanjutan.

Selain membahas relasi manusia dengan alam, Amiruddin Aminullah juga mengingatkan bahwa lingkungan sosial yang sehat lahir dari kemampuan manusia menjaga etika dalam berinteraksi. Ia menilai bahwa kerusakan sosial seperti intoleransi, individualisme, dan rendahnya kepedulian terhadap sesama merupakan bagian dari krisis relasi manusia dengan lingkungannya. Karena itu, mahasiswa perlu membangun karakter yang terbuka, inklusif, dan memiliki sensitivitas sosial sebagai bagian dari tanggung jawab intelektual dan keislaman.

Baca Juga: LAN RI Makassar Sinergi GP Ansor sebagai Mitra Pembangunan SDM dan Perumusan Kebijakan Publik

Ia mengajak seluruh peserta CBT V untuk menjadikan nilai-nilai ekoteologis tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata di lingkungan kampus maupun masyarakat. Mulai dari menjaga kebersihan, mengurangi perilaku konsumtif, hingga membangun budaya saling menghargai dan peduli terhadap sesama. Menurutnya, perubahan besar selalu berawal dari kesadaran kecil yang dilakukan secara konsisten dan kolektif.

Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta CBT V. Keseriusan peserta selama sesi materi menunjukkan besarnya perhatian peserta terhadap isu lingkungan, kesadaran sosial, serta pentingnya membangun relasi harmonis antara manusia, alam, dan nilai-nilai spiritual di tengah kehidupan modern.

Melalui kegiatan ini, CBT V Ma’had Al-Jami’ah UIN Alauddin Makassar tidak hanya menjadi ruang pembinaan spiritual dan akademik, tetapi juga wadah penguatan kesadaran ekoteologis, nilai kemanusiaan, dan tanggung jawab sosial bagi para mahasiswa. ***