MEMBINCANG media dalam tataran praktik, tidak sepenuhnya bisa lepas dari teori karena sifat ilmu komunikasi sebagai induk mengandung dua spektrum yakni sains dan terapan.

Dalam hukum kerja sains (teori) komunikasi mengadopsi (meminjam) begitu banyak dari disiplin ilmu lainnya, satu diantaranya Ilmu Sosiologi. Pinjaman teori sosiologi itulah yang berkontribusi bagi pengembangan kajian komunikasi media.

Itu kemudian kita kenal 'Difusi Inovasi' teori inilah yang mampu menjadi 'pengatur' lahirnya simpulan pada fenomena yang dihadapi individu maupun masyarakat.

Baca Juga: Siapa Ali Yafid? Plt Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Gantikan Khaeroni. Berikut Profil Lengkapnya

Singkatnya Difusi Inovasi adalah teori tentang bagaimana sebuah ide dan teknologi baru tersebar dalam sebuah kebudayaan. Teori ini dipopulerkan Sosiolog Everett Rogers pada tahun 1964 melalui bukunya yang berjudul "Diffusion of Innovations."

Tujuan utama dari difusi inovasi yaitu diadopsinya suatu inovasi yakni gagasan, ilmu pengetahuan dan teknologi baik oleh individu maupun kelompok sosial dalam kehidupan mereka.

Peran media mulai bermain dan dengan itulah komunikasi massa menjalankan fungsinya. Di ujungnya media mengubah prilaku individu dan masyarakat.

Baca Juga: Warga Binaan Rutan Makassar Gemakan Syair Abu Nawas I'tiraf Tutup Tahun 2023

Teori difusi inovasi akan memberikan jalan pemahaman mengenai pentingnya komunikasi interpersonal, dalam memperkenalkan gagasan mengenai sebuah opini yang kemudian menjadi hal penting bagi para peneliti efek media.

Penjelasan mengenai pengertian teori difusi inovasi, jenis, elemen, tahapan, hingga manfaat mempelajarinya dalam bidang komunikasi, telah dituliskan banyak pakar. Pemikiran saya ditulisan ini hanya mengingatkan bahwa para pengelola media dan awak redaksinya mutlak memiliki pemahaman yang cukup akan teori difusi inovasi, dikarenakan telah menjadi bagian darinya.

Pertama; Inovasi diartikan sebagai gagasan, ide, tindakan atau barang yang dinilai baru oleh pribadi atau masyarakat. Dalam difusi inovasi, sebuah inovasi dapat diartikan sebagai suatu kebaruan dengannya diukur secara subjektif menurut kapasitas individu yang menerimanya.

Baca Juga: Lulus Setelah Puluhan Tahun Mengabdi, Guru PPPK: Terima Kasih Ibu Bupati

Kedua; Saluran Komunikasi yang dalam difusi inovasi, dikatakan sebagai alat untuk menyampaikan pesan-pesan inovasi dari sumber kepada penerima. Suatu inovasi dapat diadopsi jika telah dikomunikasikan kepada orang lain.

Tentu saja saluran komunikasi harus sesuai dengan audiens yang dituju. jika ditujukan kepada masyarakat, maka salurannya komunikasi massa, sebaliknya jika individu maka digunakan komunikasi personal.

Berikutnya yang ketiga; "Jangka Waktu", dalam difusi inovasi sebuah proses keputusan dari mulai seseorang mengetahui sampai memutuskan untuk menerima atau pun menolaknya membutuhkan jangka waktu, terutama berkaitan dengan proses pengambilan keputusan.

Ke-inovatif-an setiap individu bersifat relatif, bisa lebih cepat atau lebih lambat ketika menerima inovasi, begitu juga dalam sistem sosial.

Keempat; "Sistem Sosial", merupakan tata tingkah laku yang menyangkut hak dan kewajiban yang ditentukan masyarakat bagi seseorang yang menduduki posisi tertentu dalam lingkungan masyarakat.

Baca Juga: DPRD Kota Makassar Tutup Tahun 2023 Dengan Mengesahkan 4 Ranperda

Sistem sosial merupakan hal yang sangat penting ketika kita memiliki maksud memecahkan masalah demi mencapai tujuan bersama.

Sistem sosial ini juga menjadi sasaran bagi sebuah inovasi, mereka dapat menerima maupun menolak inovasi yang ditawarkan.

Zulkarnain Hamson
Direktur ZH Konsultan Jurnalisme & Media