DENGAN rasa duka yang medalam, saya ingin menyampaikan kenangan tentang Almarhum Dr. H. Usman Jasad, M.Pd., seorang sahabat, kolega, dan panutan yang sangat baik.

Kepergian Usman Jasad adalah kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarganya tetapi juga bagi kami, teman-teman dan kolega yang mengenalnya sebagai pribadi penuh dedikasi, ilmu, dan keteladanan.

Saya mengenal Usman Jasad sejak akhir tahun 1990-an, saat kami sama-sama aktif di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Kala itu, beliau aktif di Korkom IAIN Alauddin, sedangkan saya di Komisariat FISIP Universitas Hasanuddin.

Sejak masa itu, beliau telah menunjukkan semangat yang luar biasa dalam menyuarakan nilai-nilai Islam dan membangun organisasi. Karakternya yang tenang namun penuh semangat menjadikannya sosok yang dihormati dan disegani.

Baca Juga: Unhas Sospro SNPMB 2025 Selama Dua Hari di Sulsel, Ini Jadwal Lengkapnya

Perjalanan kami terus berlanjut ketika kami sama-ama diberi amanah untuk mengajar di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar. Dalam dunia akademik, beliau selalu menjadi kolega yang inspiratif.

Kami sering bekerja sama membimbing dan menguji mahasiswa. Beliau tidak hanya mengajarkan ilmu tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan etika kepada mahasiswa.

Cara beliau mendidik selalu penuh kesabaran dan perhatian, memastikan mahasiswa tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi pribadi yang baik.

Dalam bidang penelitian, kami memiliki banyak pengalaman berharga. Salah satu pencapaian paling membanggakan adalah ketika hasil penelitian kami dinobatkan sebagai makalah terbaik di Universiti Kebangsaan Malaysia, Bangi, Selangor Darul Ehsan, pada November 2023 lalu. Keberhasilan ini menjadi bukti dedikasi dan kerja keras beliau.

Baca Juga: Makan Bergizi Gratis di Makassar, Danny Pomanto Usul Wadah Minum Hingga Pengelolaan Sampah

Sayangnya, rencana kami untuk melanjutkan penelitian bersama ke Australia tahun ini harus tertunda. Allah SWT memiliki rencana lain, memanggil beliau kembali ke haribaan-Nya.

Beliau juga seorang dai yang sangat aktif. Sebagai Ketua Lembaga Dakwah Khusus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan periode 2022-2027, beliau menjalankan tugasnya dengan penuh semangat.

Beliau aktif membina jamaah dan memimpin lembaganya untuk menjalankan berbagai program kerja Persyarikatan Muhammadiyah.

Salah satu kenangan yang berkesan adalah ketika saya mengajaknya menyampaikan ceramah Maulid Nabi Muhammad SAW pada bulan September 2024 di Masjid Al Markaz Al Islami.

Dalam ceramah tersebut, beliau tidak hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga pesan-pesan moral yang menyentuh hati para jamaah.

Kenangan bersama beliau juga sering diwarnai dengan momen religius. Beliau sangat menjaga ibadah, terutama salat berjamaah. Salah satu yang paling berkesan adalah ketika kami bertemu di Malino.

Pertemuan itu terjadi di masjid, tempat yang sering menjadi bagian hidupnya. Bahkan saat saya berniat mengunjungi rumahnya, kami justru lebih dahulu bertemu di masjid.

Beliau adalah sosok yang sangat konsisten dalam ibadah, dan kekhusyukannya selalu menjadi inspirasi bagi saya.

Baca Juga: Terbaru 2 Prodi Unggul Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar

Malam ini, takziah bagi almarhum telah diadakan. Beberapa pembicara memberikan penghormatan terakhir, di antaranya Wakil Rektor UIN Alauddin Makassar, Dr. H. Andi Aderus, M.Aga.; Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar, KH. Sudirman; dan perwakilan dari teman-temannya sesama pengusaha Travel Haji, yakni Drs. H. Agung Wirawan Mubar.

Tampil membawakan hikmah ta'ziyah adalah Dr. H. Amirullah Amri, dari Dewan Pakar Kesturi, yang juga Ketua Masjid Qubah 99 Makassar.

Acara ini juga dihadiri oleh tokoh Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Dr. Pantja Nurwahidin, M.Pd., serta Ketua KAMI IMM Sulsel, H. Abd. Rachmat Nour, SE.

Kehadiran berbagai tokoh dari beragam latar belakang ini menunjukkan betapa luasnya jaringan persahabatan almarhum dan seberapa besar pengaruh beliau dalam berbagai bidang.

Baca Juga: Pelantikan Kepala Daerah Hasil Pilkada 2024 Mundur

Hari ini, saya menerima kabar duka kepergian beliau dengan sangat mendadak. Saya baru mengetahuinya sore hari karena ponsel sedang dicas.

Istri saya lebih dahulu menerima kabar tersebut dari ibu mertua, kemudian menyampaikannya langsung kepada saya. Kabar ini sangat mengejutkan dan menyisakan duka mendalam.

Ada banyak kenangan yang tidak akan terlupakan bersama beliau. Salah satunya adalah ketika beliau menegur saya dengan tegas. Saat itu, saya membayar sendiri belanjaan ketika sedang bersamanya.

Teguran itu mencerminkan bagaimana beliau sangat menjunjung tinggi kebersamaan dan perhatian kepada sesama, bahkan dalam hal kecil sekalipun. Hal ini menunjukkan betapa tulus dan perhatiannya beliau kepada orang-orang di sekitarnya.

Baca Juga: Insiden 12 Pemain, PSM Makassar Didenda Rp 90 Juta karena Lewati Batas Pergantian Pemain

Almarhum Dr. H. Usman Jasad, M.Pd., adalah pribadi yang meninggalkan banyak warisan ilmu, kebaikan, dan keteladanan yang tidak akan pernah terlupakan.

Beliau adalah sosok yang dihormati dalam dunia akademik, dakwah, dan masyarakat luas. Kepergian beliau adalah kehilangan besar bagi kita semua, namun semangat dan inspirasinya akan terus hidup dalam hati kami yang pernah mengenalnya.

Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa-dosanya, menerima amal ibadahnya, dan menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya. Amin.


Penulis: Haidir Fitra Siagian
Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar/Ketua PRIM NSW Australia 2022-2021