BERITA penghentian subsidi Bus yang melayani kebutuhan masyarakat di rute Makassar, Maros, Sungguminasa, Takalar (Mamminasata) patut disayangkan.

Sebagai konsultan yang terlibat dalam edukasi pemanfaatan layanan transportasi publik oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, saya dan teman-teman di komunitas peduli pembangunan berkelanjutan sangat prihatin.

Ini menjadi preseden buruk bagi pemerintah provinsi di Indonesia, yang gagal merancang pembangunan berorientasi masa depan.

Baca Juga: 4 Ahli Waris Korban Kapal Tenggelam di Kepulauan Selayar Terima Santunan

"Semua jargon tentang keberhasilan pencapaian pembangunan seketika runtuh, karena apa yang sudah dijalankan ternyata gagal dipertahankan."

Mimpi tentang transportasi publik yang ramah, nyaman, aman dan pro rakyat, akhirnya seperti pepesan kosong. Alih-alih menumbuhkan kemajuan dengan penambahan unit, malah dihentikan hampir seluruhnya.

Berita penghentian Teman Bus ini termuat di portal berita online makassarchannel.com, Sabtu 6 Januari 2024, dengan judul; "Subsidi Terhenti, Pemprov Sulsel Kembalikan 34 Unit Teman Bus."

Baca Juga: Basli Ali Beserta Forkopimda Video Konferensi dengan Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen Bobby Rinal Makmun

Membayangkan kota metropolitan Mamminasata yang konsepnya telah dibantu pembiayaannya oleh pemerintah Jepang, saya dan kawan-kawan Lembaga Swadaya Masyarakat, pada tahun 2013-2014 telah terlihat dalam riset juga kajian pemanfaatan parkir bahu jalan dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Mamminasata.

Melalui bantuan Bappeda Sulsel, kajian berlanjut hingga memasuki tahun 2023, setelah Luna Vidya menawarkan program edukasi bagi media dalam kampanye transpotasi publik, bagi masyarakat pesisir, dan penyandang disabilitas, untuk itu "Teman Bus" menjadi titik fokus pengamatan kami, tentu dengan penuh semangat dan harapan akan kelanjutannya di masa depan.

Baca Juga: Sulsel Sangat Kompak! Bahtiar Baharuddin Cek Gudang Logistik Pemilu Kota Makassar

Konsep Mamminasata dirancang sejak tahun 1980 dengan disusunnya Rencana Tata Ruang (RTR) Minasamaupa kemudian berubah menjadi Minasamaupata. Di tahun 2001 disusun kemudian RTR Mamminasata oleh Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulsel.

Tahun 2009-2011, pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA), memberikan bantuan teknis kepada pemerintah Prov. Sulsel berupa Proyek Kerjasama Teknis untuk Peningkatan Manajemen Pembangunan Perkotaan di Kawasan Metropolitan Mamminasata.

Baca Juga: Akbar Ali Bersama Forkopimda Parepare Silaturahmi Pangdam Hasanuddin Mayjen Bobby Rinal Makmun 

Pada Nopember 2011, Pemerintah menerbitkan PERPRES no 55/2011 tentang; Rencana Tata Ruang kawasan perkotaan Mamminasata (Makassar, Maros, Gowa dan Takalar).

Jika anda pernah melintasi kawasan pertemuan pinggiran Kota Makassar, Kabupaten Maros dan Kabupaten Gowa, melalui jalur Antang belakang kawasan Bukit Baruga, atau poros BTP juga belakang Pasar Daya lama, dan kini bisa memakai jalur poros Sudiang melintasi kawasan pekuburan umum, maka bertemu pusat kawasan permukiman Kota Baru Mamminasata direncanakan berada di persimpangan pemukiman rencana jalan bypass Mamminasata dan rencana terusan Jalan Abdullah Daeng Sirua pada lokasi perbatasan antara Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa dan Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros.

Itulah mengapa sepenggal area yang dinamai 'Moncongloe Lappara' dan 'Tokka Tena Rata', mulai ramai peminat.

Baca Juga: Akun Facebook Dinas Pendidikan Makassar Diretas, Muhyiddin Mustakim Beri Penjelasan Begini

Tidak kurang dari 27 jurnalis dari 25 portal berita yang ikut dalam "Lokakarya Jurnalistik" acara diselenggarakan di Gedung BBGP Sulsel, jalan Adhiyaksa Kota Makassar.
Tujuan lokakarya mengajak jurnalis untuk proaktif terlihat memberi edukasi dan pemahaman akan pentingnya merawat transportasi publik. Belum lagi secara geografis Kota Makassar, memiliki penduduk yang tinggal di pulau dan pesisir pantai.


Evaluasi meluas ke Kabupaten Takalar, dimana rute Teman Bus juga melintas dan telah menjadi bagian penting dari pergerakan masyarakat di kawasan Mamminasata. Lokakarya berlanjut dengan forum dialog akhir tahun pada 29 Desember 2023, dihadiri sejumlah stakeholders dari pemerintah, akademisi, komunitas hingga media.

Watampone, 6 Januari 2024

Zulkarnain Hamson