POJOKSULSEL, MAROS - Pengembangan garam di Kabupaten Maros dipuji Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sulsel.

Dinas Perikanan dan Kelautan Pemkab Maros bekerja sama tim garam Unhas melakukan pengembangan garam di Desa Nisombalia, Kecamatan Marusu tahun 2023.

Lokasi pengembangan garam itu dikunjungi oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sulsel bersama Kementerian Desa PDTT, Rabu (2/8/2023).

Baca Juga: Simak Cara Daftar Ulang Jalur UMM UIN Alauddin bagi Calon Mahasiswa Baru

Koordinator Pengawasan Bidang Akuntabilitas Pemerintah Daerah BPKP Sulsel Tonny Royke Jhoness Supit mengapresiasi upaya Pemkab Maros untuk menjadi sentra garam di Sulsel.

"Saya diinfokan kalau Maros telah mulai melakukan pengembangan garam dengan menggandeng Unhas dan sementara dibuat demplot pembuatan garam di Desa Nisombalia," kata Tonny.

Salah satu tim peneliti garam Unhas, Muhammad Anshar, mengatakan kegiatan yang dilaksanakan bersama Pemkab Maros berangkat dari kondisi masyarakat yang ketika kemarau tambaknya mengalami kekeringan.

"Jadi kita berusaha mencari mata pencaharian alternatif bagi petani tambak yang lahannya mengalami kekeringan," katanya.

Baca Juga: Pangdam Hasanuddin Totok Imam Santoso Pererat Koordinasi Ciptakan Pemilu Damai

"Kita coba pemanfaatan lahan tambak milik masyarakat yang kekeringan dan tidak berfungsi saat kemarau," jelasnya.

Ia menjelaskan, garam yang dihasilkan lebih bersih dengan memanfaatkan geomembran. Awalnya membutuhkan jangka waktu sebulan untuk produksi.

"Sekarang cukup 3-5 hari sudah bisa menghasilkan jenis garam konsumsi yang baik," terangnya.

Baca Juga: Satpol PP Fokus Pengamanan Kejuaraan Buluangkis Hari Jadi Sulsel ke 345

Semoga kegiatan ini menjadi awal untuk membuat Maros menjadi salah satu sentra garam di Indonesia, ungkap pendamping Kedaireka.

Sebelumnya Dinas Perikanan dan Kelautan Pemerintah Kabupaten Maros mengembangkan industri garam di wilayah pesisir yang terletak di 4 kecamatan yaitu Kecamatan Bontoa, Kecamatan Lau, Kecamatan Maros Baru dan Kecamatan Marusu. Anggaran yang diplot mencapai Rp 1 Miliar.

(***)