POJOKSULSEL, MAKASSAR - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP fokus pada pengamanan kejuaraan bulutangkis Hari Jadi Sulsel ke 354.
Hal itu menyusul insiden keributan yang dilakukan oleh oknum Satpol PP di gedung olahraga Kantor Gubernur Sulsel. Lokasi kejuaraan bulutangkis Hari Jadi Sulsel ke 354.
Kepala Satpol PP Sulsel Andi Arwin Azis mengatakan, Satpol PP Sulsel mengundurkan diri dari kejuaraan bulutangkis Hari Jadi Sulsel ke 354.
Baca Juga: Proposal Investasi Kawasan Minipolitan Selayar Raih Juara 2 di Forum SSIC
Satpol PP Sulsel lebih memilih untuk fokus mengamankan jalannya pertandingan bulutangkis Hari Jadi Sulsel ke 354.
"Jadi tugas satpol PP Sulsel tidak lagi menjadi peserta tapi mereka menjadi pengamanan petugas keamanan dan ketertiban jalannya pertandingan," kata Andi Arwin Azis.
Andi Arwin Azis menegaskan, Satpol PP yang bertugas mengamankan kejuaraan bulutangkis tidak mendukung salah satu kompetitor yang ada.
"Mereka hadir di sana dan netral. Ini sebagai upaya kami untuk meminimalisir potensi-potensi konflik," kata Andi Arwin Azis.
Baca Juga: Andi Nur Alam Syah, Tokoh Nasional asal Pinrang Didukung Jadi Pj Gubernur Sulsel
Selain itu, Mantan Kadispora Sulsel itu memastikan untuk melakukan investigasi terkait insiden keributan yang dilakuka oknum Satpol PP Sulsel.
Andi Arwin Azis mengatakan, anggota Satpol PP Sulsel yang terekam video melakukan tindakan represif berjumlah 2 orang.
Saat ini, kata Andi Arwin Azis, pihaknya masih melakukan investigasi terkait insiden oknum Satpol PP Sulsel bikin ricuh di kejuaraan bulutangkis
"Saat ini dilakukan investigasi, kami ada SOP, untuk segera melakukan tindakan penjatuhan disiplin," kata Andi Arwin Azis.
Baca Juga: Kapolres Gowa dan Komisioner KPU Bertemu Bahas Persiapan Pemilu 2024
Ia mengatakan, penjatuhan sanksi akan melalui sidang kode etik yang dilaksanakan oleh petugas tindak internal (PTI) di satuan polisi pamong praja.
Andi Arwin Azis mengatakan, dua oknum Satpol PP Sulsel yang melakukan tindakan represif di kejuaraan bulutangkis rangkain Hari Jadi Sulsel adalah pegawain non ASN.
"Untuk sementara informasi yang dua orang ini adalah non ASN," katanya.
(***)




