BONE, SULSEL.POJOKSATU.id - Sebanyak 301 mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone menerima beasiswa dari berbagai kategori. Beasiswa tersebut diserahkan secara simbolis oleh Rektor IAIN Bone, Prof. H. Lukman Arake, kepada para mahasiswa penerima di Aula Utama IAIN Bone, Senin (2/11/2026).

Ratusan mahasiswa tersebut terdiri atas 240 penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, 34 penerima beasiswa Tahfiz Alquran, serta 27 mahasiswa penerima beasiswa Prestasi.

240 Mahasiswa Terima Beasiswa KIP Kuliah

Beasiswa KIP Kuliah diberikan kepada 240 mahasiswa IAIN Bone berdasarkan Keputusan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nomor 428 Tahun 2026 yang diumumkan pada 27 Oktober 2026.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, proses penetapan penerima KIP Kuliah tahun ini dikelola langsung oleh Kementerian Agama pusat.

Para calon penerima telah melalui sejumlah tahapan seleksi, mulai dari pendaftaran secara daring, pengumpulan berkas, seleksi administrasi, masa banding, tes wawancara dan Baca Tulis Alquran (BTQ), hingga survei langsung ke lapangan.

Rektor IAIN Bone, Prof. H. Lukman Arake, menegaskan bahwa proses seleksi penerima beasiswa dilakukan tanpa intervensi dari pihak mana pun.

"Rektor tidak mengintervensi. Siapapun yang pesan, kalau tidak memenuhi syarat, jangan dimasukkan. Itu prinsip," ujar Prof. Lukman Arake.

Menurutnya, mekanisme seleksi tersebut juga menjadi respons terhadap aspirasi mahasiswa yang selama ini mempertanyakan transparansi dalam penetapan penerima beasiswa KIP Kuliah.

"Kita tidak mau lagi ada kesan seperti itu. Yang 240 itu memang itulah yang layak," tegasnya.

Mahasiswa Layak yang Belum Terakomodasi Akan Didata

Meski demikian, Prof. Lukman Arake mengakui jumlah mahasiswa yang memenuhi kriteria penerima beasiswa lebih banyak dibandingkan kuota yang tersedia.

Karena itu, pihak kampus akan mendata mahasiswa yang dinilai layak namun belum mendapatkan kuota beasiswa.

Data tersebut nantinya akan menjadi bank data yang dapat digunakan apabila terdapat program beasiswa lain dari lembaga maupun pihak yang membuka peluang bantuan pendidikan.

"Di luar sana masih banyak orang baik yang ingin membantu. Peluang-peluang seperti ini tidak boleh terlewatkan," kata Prof. Lukman Arake.

Ia juga mengingatkan bahwa mahasiswa penerima KIP Kuliah harus terus mempertahankan prestasi akademiknya.

Menurutnya, beasiswa KIP Kuliah tidak serta-merta diterima hingga mahasiswa menyelesaikan masa studi. Keberlanjutan penerimaan beasiswa bergantung pada pemenuhan ketentuan akademik yang telah ditetapkan.

"Minimal IPK 3,2 setiap semester. Kalau berturut-turut bisa dipertahankan, alhamdulillah," ujarnya.

61 Mahasiswa Terima Beasiswa Tahfiz dan Prestasi

Selain KIP Kuliah, sebanyak 61 mahasiswa IAIN Bone menerima beasiswa Tahfiz Alquran dan Prestasi.

Mereka terdiri atas 34 mahasiswa penerima beasiswa Tahfiz Alquran dan 27 mahasiswa penerima beasiswa Prestasi.

Proses seleksi kedua kategori beasiswa tersebut telah berlangsung sejak 5 Oktober 2026.

Tahapan seleksi mencakup pendaftaran daring dan seleksi berkas. Khusus kategori Tahfiz Alquran, peserta mengikuti tes hafalan.

Sementara untuk kategori Prestasi, para peserta mengikuti tes potensi akademik.

Hasil seleksi kemudian diumumkan pada 19 Oktober 2026.

Dalam sambutannya, Prof. Lukman Arake menyampaikan bahwa pemberian beasiswa tersebut merupakan salah satu bentuk apresiasi institusi kepada mahasiswa yang memiliki prestasi maupun kemampuan menghafal Alquran.

"Ini salah satu bentuk usaha kita supaya anak-anak kita yang punya prestasi kita apresiasi, agar mereka lebih semangat untuk belajar dan berprestasi," ujar Prof. Lukman Arake.

IAIN Bone Jajaki Beasiswa Alternatif

Rektor juga mendorong mahasiswa yang belum memperoleh beasiswa agar tidak berhenti berusaha dan terus memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.

Menurutnya, pihak IAIN Bone tengah menjajaki berbagai sumber beasiswa alternatif untuk membantu mahasiswa yang layak tetapi belum dapat terakomodasi karena keterbatasan kuota.

Beberapa peluang beasiswa yang sedang dijajaki berasal dari berbagai lembaga, termasuk Baznas dan Beasiswa KALLA.

Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas akses bantuan pendidikan bagi mahasiswa IAIN Bone.

"Di luar sana masih banyak orang baik yang ingin membantu. Peluang-peluang seperti ini tidak boleh terlewatkan," katanya.