BONE, SULSEL.POJOKSATU.id - Sebanyak 168 mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Bone (IAIN Bone) mengikuti Rekrutmen Anggota Baru (RAB) Angkatan XXII Lembaga Kajian Qurani (LKQ). Mereka akan menjalani pembinaan tajwid selama tiga bulan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di lingkungan kampus.
Kegiatan tersebut dibuka Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama IAIN Bone, Dr. Rahmatunnair, di Indoor Lapangan Tenis IAIN Bone, Ahad (18/10/2026).
Dalam sambutannya, Rahmatunnair menegaskan pembinaan baca Al-Qur’an tidak boleh hanya menjadi tanggung jawab organisasi mahasiswa. Menurutnya, LKQ perlu mengambil peran lebih luas untuk menjangkau mahasiswa yang belum mampu membaca Al-Qur’an maupun yang masih membutuhkan bimbingan.
“Harapan untuk bisa membebaskan mereka dari buta aksara Al-Qur’an adalah ke LKQ. Itu harus kita jemput,” tegas Rahmatunnair.
Ia juga mendorong LKQ memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan pimpinan kampus agar program pembinaan dapat menjangkau mahasiswa yang membutuhkan pendampingan.
Rahmatunnair mengingatkan peserta dan para pembimbing agar menjaga komitmen selama proses pembinaan berlangsung. Namun, kegiatan organisasi tersebut tetap harus dijalankan secara seimbang dengan kewajiban akademik mahasiswa.
Untuk mendukung proses pembelajaran, 168 peserta RAB Angkatan XXII dibagi menjadi 27 kelompok bimbingan. Setiap kelompok didampingi tiga pembimbing dari Badan Pengurus Harian (BPH) dan anggota LKQ yang telah mengikuti karantina tajwid serta pelatihan training of trainers (ToT).
Selama tiga bulan, peserta tidak hanya mengikuti bimbingan tajwid, tetapi juga diarahkan terlibat dalam berbagai kegiatan pembinaan organisasi.
Agenda tersebut meliputi Forum Pengajian LKQ (FPL), Kajian Divisi, Pengajian Malam Jumat (Pengamat), dan Gerakan Sehat LKQ (GSL).
Kehadiran peserta dalam rangkaian kegiatan itu menjadi salah satu tolok ukur kelulusan. Dengan demikian, proses rekrutmen tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga keterlibatan calon anggota dalam aktivitas pembinaan LKQ.
Pembina LKQ, H. Jalil, menekankan pentingnya peran organisasi dalam mengembangkan kajian Al-Qur’an sekaligus menghadirkan dampak nyata bagi lingkungan kampus dan masyarakat.
Ia berharap LKQ dapat menjadi salah satu penggerak dalam membantu mahasiswa meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an melalui pembinaan yang berkelanjutan.
Ketua LKQ IAIN Bone, Muhammad Dzakwan, mengajak seluruh peserta menjaga semangat dan kesungguhan selama mengikuti proses pembinaan.
Menurutnya, durasi tiga bulan membutuhkan komitmen, tetapi proses tersebut akan terasa lebih ringan jika dijalani dengan niat yang ikhlas.
“Tiga bulan bimbingan jika kita dipikir memang lumayan lama. Namun insyaallah jika niat kita ikhlas, dan semata untuk mencari rida akan terasa mudah dan waktu tiga bulan akan terasa singkat,” ujarnya.
Rangkaian RAB Angkatan XXII mengusung tema “Berakar pada Al-Qur’an, Bertumbuh dalam Keilmuan, Berdampak dalam Kehidupan”.
Setelah menyelesaikan tahapan pembinaan, peserta yang dinyatakan lulus direncanakan dikukuhkan dalam Muktamar LKQ sekitar akhir Januari atau awal Februari 2027.





