POJOKSULSEL, MAKASSAR - UIN Alauddin Makassar telah memiliki 120 guru besar hingga Juli 2026. Itu setelah 11 dosen PTKIN berjuluk Kampus Peradaban itu kembali menerima penetapan sebagai guru besar dari Kementerian Agama Republik Indonesia.

Pencapaian itu menempatkan UIN Alauddin Makassar jadi PTKIN dengan jumlah guru besar terbanyak kedua di Indonesi. Urutan pertama adalah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Penetapan 11 guru besar UIN Alauddin Makassar tertuang dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) Penetapan Guru Besar Rumpun Ilmu Agama Periode III Tahun 2026 yang diserahkan di Hotel Grand Mercure Harmoni, Jakarta, Senin (13/7/2026).

Baca Juga: Pendapatan Pajak Daerah Sulsel Melonjak Rp176 Miliar, Andi Sudirman Sulaiman Ungkap Strateginya

Penyerahan KMA dilakukan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI kepada para dosen dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang telah memenuhi persyaratan kenaikan jabatan fungsional menuju jenjang profesor.

Pada periode tersebut, sebanyak 119 dosen dari berbagai perguruan tinggi keagamaan Islam menerima KMA Guru Besar. Dari jumlah itu, 11 profesor di antaranya berasal dari UIN Alauddin Makassar.

Baca Juga: Tinjau Kebakaran di Jalan Mayor Haddade, Tasming Hamid Ingatkan Warga Waspada Musim Kemarau

Sebelas guru besar baru UIN Alauddin Makassar tersebut berasal dari berbagai bidang keilmuan, mulai dari kajian hadis, fikih, pendidikan Islam, psikologi pendidikan, linguistik bahasa Arab, hingga sejarah Islam Nusantara.

Mereka adalah:

1. Prof. Dr. Muhammad Sabir, M.Ag. dengan kepakaran Metode Interpretasi Hadis

2. Prof. Dr. H. Abdul Rahman Hi. Abdul Qayum, M.Ag. (Hadis Ahkam)

3. Prof. Dr. Rahma Amir, M.Ag. (Fikih Hadhanah)

4. Prof. Dr. Usman, S.Ag., M.Pd. (Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam)

5. Prof. Dr. Muhammad Yahdi, M.Ag. (Pembelajaran Pendidikan Agama Islam)

6. Prof. Dr. Hj. Ulfiani Rahman, S.Ag., M.Si. (Psikologi Pendidikan Agama Islam)

7. Prof. Dr. Susmihara, M.Pd. (Pendidikan Islam Budaya Nusantara)

8. Prof. Dr. Abd. Fattah, M.Pd. (Linguistik Bahasa Arab)

9. Prof. Dra. Rahmawati, M.A., Ph.D. (Sejarah Islam Nusantara)

10. Prof. Dr. Hj. Sitti Asiqah Usman Ali, Lc., M.Th.I. (Hadis Gender)

11. Prof. Dr. St. Aisyah A., M.Ag. (Pendidikan Keluarga Islam) ***