POJOKSULSEL, MAKASSAR - UNICEF, Yayasan Jenewa Madani Indonesia, Universitas Negeri Makassar (UNM) dan Pemprov Sulsel, didukung Tanoto Foundation membahas pola gizi seimbang untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Pembahasan pola gizi seimbang di gedung Pinisi UNM, dikemas dalam seminar bertajuk "Pilih Makanan Bergizi untuk Keluarga Sehat Menuju Indonesia Emas 2045".

Seminar tentang makanan bergizi yang dibuka Rektor UNM Prof Karta Jayadi, itu dalam rangka peringati Hari Gizi Nasional 2025.

Baca Juga: Danny Pomanto Sebut RKPD 2026 Berbeda, Pertahankan Program Prioritas dengan 3 Syarat

Peserta seminar adalah mahasiswa dari 9 perguruan tinggi di Kota Makassar dan masyarakat antusias diskusi pentingnya pola gizi seimbang.

Direktur Yayasan Jenewa Madani Indonesia, Surahmansah Said menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mengadopsi pola makan sehat.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan keluarga Indonesia lebih memahami pentingnya gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari," kata Surahmansah Said.

Baca Juga: Pemkab Maros Belum Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas, Andi Davied Syamsuddin Bilang Begini

Ia mengatakan, pemahaman gizi seimbang akan berdampak positif dalam membangun generasi emas yang sehat dan kompetitif untuk masa depan Indonesia.

Sekretaris Bappelitbangda Sulsel, Andy menilai bahwa permasalahan gizi tidak hanya disebabkan oleh faktor ekonomi dan keterbatasan akses terhadap makanan bergizi, tetapi juga oleh kurangnya edukasi masyarakat.

“Pemerintah, organisasi kesehatan, dan komunitas harus bersinergi dalam menciptakan perubahan positif," kata Andy.

Baca Juga: Pelantikan Kepala Daerah Serentak 6 Februari Diundur, Prof Fadjry Djufry Beri Penjelasan

Menurutnya, kampanye seperti pemanfaatan pangan lokal, inovasi pengolahan makanan sehat, serta gaya hidup sehat adalah langkah nyata yang perlu diperkuat.

"UNICEF telah banyak berkontribusi dalam membantu pemerintah Sulawesi Selatan mengatasi tantangan gizi di daerah ini,” jelasnya.

Rektor UNM Prof Karta Jayadi menilai momentum seminar dalam rangka Hari Gizi Nasional, sangat penting untuk memperkuat kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan organisasi internasional dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai gizi seimbang.

"Hanya dengan generasi yang sehat, kita bisa menciptakan bangsa yang unggul di masa depan," katanya.

Ada dua narasumber yang dihadirkan, yaitu pakar ilmu gizi dan kesehatan masyarakat Unhas Prof dr Veni Hadju.

Baca Juga: Yuk Daftar! UIN Alauddin Makassar Perpanjang Pendaftaran Penerimaan Camaba Pascasarjana

Pemateri kedua adalah Nike Frans selaku Nutrition Officer UNICEF yang merupakan ahli gizi masyarakat.

Veni Hadju membahas materi tentang
makan bergizi seimbang dengan pangan lokal untuk keluarga sehat.

Dirinya menekankan pentingnya memanfaatkan sumber daya pangan lokal dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

Baca Juga: Mengenal PAW Ketua dan Sekretaris Prodi Profesi Ners UIN Alauddin Makassar yang Baru Dilantik

Adapun Nike Frans menyampaikan materi tentang pedoman nasional dan global gizi seimbang untuk pencegahan 3 beban masalah gizi di Indonesia.

Nike Frans menitikberatkan pada strategi pencegahan stunting, wasting, obesitas, dan kekurangan gizi mikro melalui pedoman gizi seimbang.

***