POJOKSULSEL, MAKASSAR - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto alias Danny Pomanto menyebutkan rencana kerja pemerintah daerah tahun 2026 atau RKPD 2026 berbeda.

Hal itu disampaikan Danny Pomanto saat pembukaan forum konsultasi publik rancangan awal RKPD 2026, Four Point By Sheraton, Kamis (30/1/2025).

Danny Pomanto mengatakan, RKPD 2024 berbeda karena disusun pada masa transisi pemerintahan.

Baca Juga: Pemkab Maros Belum Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas, Andi Davied Syamsuddin Bilang Begini

Diketahui, masa jabatan Danny Pomanto berakhir tahun ini dan akan dilanjutkan oleh kepala daerah terpilih.

Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham adalah wali kota dan wakil wali kota terpilih Kota Makassar periode 2025-2030.

Menurut Danny Pomanto, penyusunan RKPD pada masa transisi pemerintahan seperti ini butuh penyesuaian.

Baca Juga: Pelantikan Kepala Daerah Serentak 6 Februari Diundur, Prof Fadjry Djufry Beri Penjelasan

Penyesuaian RKPD yang dimaksudkan adalah memadukan seluruh program baru dari kepala daerah terpilih dengan program lama yang digagas Danny Pomanto.

Dengan begitu, maka pemerintahan Kota Makassar dapat berjalan dengan baik.

“Perencanaan RKPD menjadi salah satu tahapan penting dan layak untuk dilakukan persiapan yang matang," kata Danny Pomanto dalam siaran pers.

Baca Juga: Yuk Daftar! UIN Alauddin Makassar Perpanjang Pendaftaran Penerimaan Camaba Pascasarjana

Ia menjelaskan, program-program yang dijalankannya selama ini, butuh dikoneksikan dengan program Appi-Aliyah dalam penyusunan RKPD 2026.

"Kita dalam masa transisi, ada masanya jabatan, sehingga kepemimpinan ini dilanjutkan dengan pemimpin yang baru jadi kita butuh konektor untuk menyatukan program yang baru dan lama," katanya.

Danny Pomanto mengatakan, pada saat di awal menjabat sebagai Wali Kota Makassar, ia melanjutkan program yang ditinggalkan Arief Sirajuddin di Pemkot Makassar, yaitu layanan publik dari lahir hingga meninggal.

Program tersebut dilanjutkan dan ditingkatkan Danny Pomanto menjadi home care. Home care ini pun menjadi percontohan bagi kab/kota lainnya.

Baca Juga: Mengenal PAW Ketua dan Sekretaris Prodi Profesi Ners UIN Alauddin Makassar yang Baru Dilantik

Dirinya menyebutkan ada tiga ciri program yang harus dipertahankan.

Pertama program yang memiliki manfaat bagi masyarakat dan hasilnya diukur dengan indeks kebahagiaan.

Kedua, bermanfaat bagi nasional. Seperti pertumbuhan ekonomi kota Makassar mampu di atas rata-rata nasional. Ketiga, bermanfaat secara global.

Baca Juga: Aklamasi, Harpen Reza Ali Ketua Umum Sonic Speed Indonesia Periode 2025 - 2028

“Jangan kita terjebak sama hal yang baru, kasih bersih itu solokan. Tidak perlu terlalu. Langsung eksekusi saja, tidak perlu masuk di RKPD itu,” ungkapnya.

“Dan tentunya semua yang kita buat harus meningkatkan PAD kita. Kita harus motif ekonomi. Jadi untuk apa kita bikin begini terputar-putar kalau PAD-nya jadi lebih lebih rendah. Untuk apa? Harus program yang produktif,” sambungnya.

Danny Pomanto pun berharap program yang sudah dirasakan, diakui masyarakat, diakui nasional dan international dapat diteruskan oleh pemimpin selanjutnya.

***