POJOKSULSEL, MAKASSAR - Pelepasan peserta KKN Angkatan 75 UIN Alauddin Makassar dilaksanakan berbeda dari sebelumnya.
Kali ini, 2.550 peserta KKN UIN Alauddin Makassar dilepas oleh Rektor Prof Hamdan Juhannis di Auditorium Kampus II, Kabupaten Gowa pada Jumat pekan lalu.
Tidak hanya itu, LP2M UIN Alauddin Makassar memastikan program kerja peserta KKN dapat berkolaborasi dengan pemerintah setempat.
Baca Juga: Kapolres Awaludin Amin Bersyukur Masyarakat Maros Menginginkan Daerah yang Aman
Prof Hamdan Juhannis menekankan bahwa kepada mahasiswa UIN Alauudin Makassar bahwa KKN bukan maya
"Sesungguhnya KKN itu kita kuliah, kita kerja, dan harus nyata," katanya dalam keterangan tertulis.
Pada kesempatan itu, Prof Hamdan Juhannis menitipkan tiga pesan kepada ribuan peserta KKN UIN Alauddin Makassar.
Pesan pertama Prof Hamdan Juhannis, yaitu mahasiswa KKN harus bisa membedakan antara kuliah dan kehidupan nyata.
Ia menjelaskan, semasa di bangku kuliah, mahasiswa menerima pelajaran dan bahan ujian.
Namun, pada kehidupan nyata akan diberikan ujian dan bahan pelajaran.
Baca Juga: Deng Ical Sebut DPW PKB Banyak Konsultasi Terkait Konstelasi Politik di Sulawesi Selatan
Pesan kedua Prof Hamdan Juhannis, yaitu memaksimalkan kolaborasi dalam menghadapi ujian kehidupan selama KKN.
Terakhir, Prof Hamdan Juhannis berpesan agar mahasiswa memahami apa yang mereka kerjakan dan mengerjakan apa yang mereka pahami.
Sementata itu, Ketua LP2M UIN Alauddin Makassar, Rosmini Amin, mengatakan UIN Alauddin Makassar telah melalukan perjanjian kerjasama atau PKS dengan 24 instansi di 8 Kabupaten di Sulsel.
PKS UIN Alauddin dengan puluhan instansi itu untuk memastikan program pengabdian UIN Alauddin Angkatan 75 dapat berkolaborasi dengan pemerintah setempat.
Salah satu fokus utama adalah mensinergikan program pemerintah dengan bantuan data dari Dinas PMD dan Kesbangpol terkait program moderasi beragama.
Baca Juga: Amson Padolo Sampaikan Duka Cita, Kenang Terakhir Kali Bertemu Ardiles Saggaf
Rosmini menekankan bahwa KKN bukan untuk menciptakan program baru, melainkan untuk mendukung dan menyukseskan program pemerintah yang sudah ada.
Kepala Pusat PPM, Saleh Ridwan menjelaskan bahwa pelaksanaan KKN Angkatan 75 akan dimulai pada 29 Juli hingga 11 September 2024.
Dari total 2.550 peserta, 1.923 di antaranya adalah perempuan.
Baca Juga: Profil Ardiles Saggaf, Kepala Disnakertrans Sulsel yang Meninggal di Usia 44 Tahun
Mahasiswa berasal dari 8 fakultas yaitu, FAH 203 orang, FST 209 orang, FKIK 283 orang, FSH: 240 orang, FUF 289 orang, FEBI 391 orang FDK 411 orang, dan FTK: 511 orang.
Lokasi KKN tersebar di 8 kabupaten, meliputi 24 kecamatan, 72 kelurahan, dan 210 desa, dengan total posko sebanyak 82.
Selain itu, KKN kali ini juga mencakup program KKN nasional yang melibatkan 297 mahasiswa di tiga daerah: Malang Batu, Bandung Jawa Barat, dan Labuan Bajo.
Baca Juga: Gelar Makassar Mengaji, MBS: Dakwah di Tengah Kesibukan
Ada juga KKN kolaborasi di Ternate dengan 3 mahasiswa yang diharapkan dapat melaksanakan tugas dengan baik. ***




