POJOKSULSEL, MAKASSAR - Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis menggagas 4 program prioritas di tahun 2025.

Prof Hamdan Juhannis bertekad membawa UIN Alauddin Makassar naik level ke dunia internasional.

Prof Hamdan Juhannis memberikan penekanan pada aspek akademik UIN Alauddin Makassardari lokal ke internasional.

Baca Juga: Prof Husain Insawan Sampaikan Perkembangan Alih Status IAIN Kendari ke Menag RI, Begini Progresnya

Hal itu menjadi program pertama Prof Hamdan Juhannis, yaitu from local to global recognition.

Guru besar Sosiologi itu menjelaskan pencapaian-pencapaian UIN Alauddin Makassar yang sangat sudah maksimal pada aspek akademik.

Seperti penyelesaian akreditasi unggul institusi, program studi pun semakin bergerak maju jadi unggul.

Baca Juga: Buka Forum SKPD Dinas PU Kota Makassar, Irwan Rusfiady Adnan Tekankan Infrastruktur Berkelanjutan

"Tantangan kita adalah bagaimana menuju rekognisi internasional, minimal di level Asia," jelas Prof Hamdan Juhannis dalam siaran pers.

Prof Hamdan Juhannis juga menggarisbawahi bidang Administrasi Umum Perencenaan dan Keuangan dalam program prioritas.

Program prioritas yang kedua Rektor UIN Alauddin Makassar adalah From Academic Income to Non-Academic Income.

Baca Juga: Ditutup 15 Februari, Sudah Ada 23.405 Pendaftar MAN IC dan MAN Unggulan 2025

Pada program prioritas kedua itu, Prof Hamdan Juhannis potensi kontribusi alumni, salam mendukung keberlanjutan institusi.

Menurutnya, UIN Alauddin Makassar tidak boleh hanya bergantung pada UKT sebagai sumber pendapatan.

"Kita harus mencari cara untuk mengkapitalisasi berbagai peluang yang ada untuk mendukung keberlanjutan institusi," katanya.

Program prioritas ketiga Rektor UIN Alauddin Makassar berkaitan dengan bidang Kemahasiswaan dan Alumni.

Prof Hamdan Juhannis mengatakan from quantitave (unskilled but big in numbers) students to qualitative (skilled and enlighted) students.

Dirinya mengakui masih kurangnya keterampilan (soft skill) mahasiswa UIN Alauddin Makassar.

Baca Juga: Seleksi Calon Paskibraka Kabupaten Gowa 2025, Cek Link Pendaftaran dan Syarat-syaratnya

"Dari 30.000 mahasiswa yang kita miliki, persentase yang memiliki keterampilan kompetitif masih rendah," tutunya.

Karena itu, ia ingin supaya penerimaan mahasiswa baru harus dengan pertimbangan keahlian. Baik bidang akademik maupun non-akademik, seperti olahraga dan kompetisi sains.

'Mahasiswa dengan sertifikat hafalan 30 juz, misalnya, perlu diuji agar kualitasnya terjamin," katanya.

Baca Juga: Kemeriahan Atraksi Barongsai Hingga Tari Karannuang di Festival Jappa Jokka Cap Go Meh

Bahkan, ia bertekad melakukan survei random untuk sebagai tolak ukur memetakan dan mengembangkan potensi mahasiswa dengan lebih baik.

Pilar keempat, kata Mantan Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga ini adalah From Collaboration to Institutional Development.

Ia mengatakan, kerja sama dengan instansi harus dipastikan bukan hanya sekade formalitas. Melainkan benar-benar berdampak pada pengembangan lembaga.

Baca Juga: Berkenalan dengan Ho Eng Djie, Sosok Seniman Serba Bisa, Namanya Gantikan Nama Jalan Jampea di Makassar

"Oleh karena itu, tahun ini, dengan masuknya Prof Amri dalam jajaran pimpinan, kita ingin memperkuat bidang ini agar lebih strategis," pungkasnya.

***