POJOKSULSEL.com, MAKASSAR - Pemkot Makassar resmi mengganti nama Jalan Jampea menjadi Jalan Ho Eng Djie.

Perubahan nama jalan ini sebagai bentuk penghormatan kepada sosok Ho Eng Djie, seorang seniman peranakan Tionghoa yang berjasa dalam mengembangkan kesenian dan kebudayaan di Kota Makassar.

Lalu siapa Ho Eng Djie? Kenapa namanya bisa menggantikan nama Jalan Jampea Makassar?

Baca Juga: SIAP-SIAP... Sistem Penerimaan Murid Baru 2025, Ada Jalur Domisili, Prestasi, Afirmasi dan Mutasi

Ho Eng Djie, juga dikenal sebagai Baba Tjoi, diketahui lahir di Maros, Sulawesi Selatan pada tahun 1906 silam.

Ia dikenal dengan nama Baba Tjoi atau A. Batjoi.

Garis keturunan Eng Djie dari pihak ibu diduga kuat berkaitan dengan Liem Tjien Liong alias Baba Maliang, seorang Kapitan Tionghoa yang pernah menjadi penasihat untuk Raja Gowa.

Baca Juga: Usai Dilantik, Sudirman Sulaiman dan 22 Kepala Daerah di Sulsel 'Nginap' 7 Hari di Akmil Magelang

Ho Eng Djie adalah seorang seniman serba bisa yang menguasai berbagai bidang seni, termasuk musik, film, dan sastra.

Ia mahir dalam berbahasa Melayu dan bahasa Makassar.

Di tahun 1920-an hingga 1950-an, ia menciptakan ratusan lagu dengan gaya keroncong dan langgam lokal Makassar.

Beberapa karyanya yang terkenal antara lain lagu "Ati Raja" dan film dokumenter berjudul sama yang mendapatkan penghargaan.

Baca Juga: Agar Aman Berkendara Saat Hujan Deras: Kurangi Kecepatan dan Nyalakan Lampu Kendaraan

Pada tahun 1953, Ho Eng Djie dan orkesnya menerima penghargaan dari Radio Republik Indonesia atau RRI atas kontribusinya terhadap musik nasional.

Di tahun yang sama, ia juga berkesempatan bertemu dengan Presiden Soekarno di Istana Merdeka untuk berbicara tentang musik dan kondisi masyarakat Peranakan Tionghoa yang hidup dalam kemiskinan.

Sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasanya, Pemkot Makassar mengabadikan namanya sebagai nama jalan, yaitu Jalan Ho Eng Djie, yang sebelumnya dikenal sebagai Jalan Jampea.

Ho Eng Djie adalah contoh tokoh yang memberikan kontribusi signifikan dalam bidang seni dan budaya di Indonesia, khususnya di Makassar.

Karyanya tidak hanya menghibur, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi di Makassar.

Wali Kota Makassar Danny Pomanto menerangkan, Hoo Eng Djie merupakan tokoh seniman Tionghoa yang pantas untuk diketahui sejarahnya oleh generasi sekarang ini.

***