MAKASSAR, SULSEL.POJOKSATU.id - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Makassar menggandeng Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Wahidin Sudirohusodo untuk menghadirkan layanan bimbingan rohani bagi pasien. Kerja sama ini ditujukan untuk memperkuat pelayanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada pemulihan fisik, tetapi juga kebutuhan spiritual pasien.
Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung pada Rabu (21/10/2026), dihadiri Direktur Utama RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, dr. Annas Ahmad, bersama jajaran, serta Kepala Kantor Kemenag Kota Makassar, H. Muhammad, didampingi Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, H. Ambo Sakka Ambo, Kepala KUA Kecamatan Tamalanrea beserta staf, dan para penyuluh agama Kemenag Kota Makassar.
Kepala Kantor Kemenag Kota Makassar, H. Muhammad, mengatakan pendampingan rohani menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan yang lebih humanis kepada masyarakat, terutama bagi pasien yang menghadapi kecemasan dan tekanan selama menjalani perawatan.
“Ketika seseorang sedang sakit, bukan hanya kondisi fisiknya yang membutuhkan perhatian. Ada kalanya pasien juga merasa kesepian, cemas, dan membutuhkan penguatan batin. Di sinilah bimbingan rohani dapat hadir untuk memberikan ketenangan, semangat, serta penguatan spiritual,” ujarnya.
Menurut H. Muhammad, Kemenag Kota Makassar memiliki penyuluh agama yang siap berkontribusi dalam pelaksanaan layanan tersebut. Pendampingan akan diarahkan sesuai kebutuhan pasien dan mekanisme pelayanan yang berlaku di rumah sakit.
Ia menegaskan, kerja sama ini bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan bentuk tanggung jawab bersama untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami memiliki penyuluh agama yang siap berkontribusi dalam memberikan pendampingan. Kerja sama ini bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan bentuk tanggung jawab bersama untuk menghadirkan pelayanan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
H. Muhammad juga menyoroti kondisi pasien yang menjalani perawatan jauh dari keluarga. Dalam situasi tersebut, pendampingan rohani diharapkan dapat menjadi salah satu sumber dukungan emosional dan spiritual agar pasien tetap memiliki semangat serta harapan selama menjalani pengobatan.
Sementara itu, Direktur Utama RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, dr. Annas Ahmad, menyambut baik kolaborasi tersebut.
Ia menilai dukungan spiritual dapat melengkapi pelayanan medis sekaligus menjadi perhatian bagi tenaga kesehatan dan pegawai rumah sakit.
“Pelayanan rumah sakit tidak hanya berkaitan dengan tindakan medis. Dukungan spiritual juga penting, baik bagi pasien maupun dalam konteks kesejahteraan mental para tenaga kesehatan dan pegawai yang menjalankan tugas setiap hari,” ungkapnya.
Annas Ahmad menekankan pentingnya tindak lanjut agar kesepakatan tersebut tidak berhenti pada penandatanganan dokumen. Menurutnya, kerja sama harus diwujudkan dalam program konkret, terencana, dan berkelanjutan sesuai kebutuhan pasien.
“Yang paling penting adalah tindak lanjutnya. Jangan sampai kerja sama ini berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi harus diwujudkan dalam kegiatan yang nyata, terencana, dan sesuai dengan kebutuhan pasien,” tegasnya.
Selain bimbingan rohani bagi pasien, kedua pihak juga membuka peluang penyelenggaraan kegiatan keagamaan dan pembinaan spiritual secara berkala. Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kebutuhan rumah sakit serta mekanisme pelayanan yang berlaku.







