MAKASSAR, SULSEL.POJOKSATU.id - Gagasan memperkuat pendidikan ramah anak mengantarkan Nurafia, aparatur sipil negara (ASN) Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenag Sulsel), masuk dalam 10 besar Policy Brief Terbaik INAKI Awards 2026.

Nurafia meraih penghargaan tersebut melalui karya berjudul “Meningkatkan Ekosistem Pendidikan Ramah Anak di Provinsi Sulawesi Selatan” yang dinilai dalam ajang yang diselenggarakan Pengurus Pusat Ikatan Nasional Analis Kebijakan (INAKI).

Berdasarkan Keputusan Ketua Umum INAKI Nomor 308/DP-INAKI/SK.01/VII/2026 tertanggal 17 Juli 2026, Nurafia masuk kategori III, yakni kelompok penerima penghargaan pada peringkat 8 hingga 10.

Piagam penghargaan diserahkan di Gedung Graha Makarti, Kampus PPLPN LAN RI, Pejompongan, Jakarta, pada Kamis, 23 Juli lalu.

Penghargaan tersebut diberikan kepada para analis kebijakan yang menghasilkan policy brief terbaik melalui proses penilaian oleh tim pembanding dan reviewer independen.

Bagi Nurafia, capaian ini bukan sekadar pengakuan atas karya ilmiah, melainkan juga dorongan untuk menghadirkan kajian kebijakan yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan publik.

“Penghargaan ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi saya untuk terus belajar dan menghasilkan policy brief yang lebih baik. Bagi saya, yang terpenting adalah bagaimana sebuah kajian dapat memberikan masukan yang konstruktif bagi perumusan kebijakan,” ungkap Nurafia, Senin (12/10/2026).

Ia berharap gagasan yang dituangkan dalam karya tersebut dapat mendorong perhatian lebih besar terhadap pemenuhan hak anak dan perlindungan mereka di lingkungan pendidikan.

Menurutnya, pendidikan ramah anak membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar sekolah dan lembaga pendidikan mampu menghadirkan suasana belajar yang aman, nyaman, serta mendukung perkembangan peserta didik.

“Pendidikan ramah anak membutuhkan komitmen bersama. Semoga gagasan yang dituangkan dalam policy brief ini dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” kata Nurafia.