MAKASSAR, SULSEL.POJOKSATU.id - Kabar duka menyelimuti masyarakat Sulawesi Barat (Sulbar). Ulama kharismatik asal Tanah Mandar, KH Muhammad Syibli Sahabuddin, wafat pada Ahad malam (11/10/2026) pukul 21.45 Wita di RSUP Wahidin Sudirohusodo.

Annangguru Syibli, sapaan akrabnya, meninggal dunia pada usia 58 tahun. Ia lahir di Polewali pada 20 Agustus 1968.

Semasa hidupnya, Annangguru Syibli dikenal sebagai tokoh tasawuf di Tanah Mandar dan Mursyid Tarekat Qodiriyah. Selain kiprahnya di bidang keagamaan, ia juga aktif dalam dunia politik dan pendidikan.

Di bidang politik, Annangguru Syibli menjabat sebagai Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Barat.

Ia juga pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari daerah pemilihan Sulawesi Barat selama dua periode, yakni 2009-2014 dan 2014-2019.

Sementara di bidang pendidikan, ia merupakan Ketua Yayasan Al-Asyariah Mandar yang menaungi Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman).

Ia juga pernah menjabat sebagai Rektor Unasman pada 2005-2009 serta Direktur Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unasman pada 2004.

Latar belakang pendidikan Annangguru Syibli dimulai dari SDN Busaeri Ternate yang diselesaikannya pada 1981, kemudian MTs Pondok Pesantren Modern IMMIM Makassar pada 1984, dan MAN 1 Makassar pada 1987.

Ia melanjutkan pendidikan ke International Islamic University (IIU), Islamabad, Pakistan, pada 1988.

Setelah itu, ia menempuh pendidikan di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 1991 dan melanjutkan ke jenjang pascasarjana di kampus yang sama pada 2002.

Dalam perjalanan organisasinya, Annangguru Syibli pernah menjabat Sekretaris Jenderal ASEAN Muslim Student Association (AMSA) di Islamabad, Pakistan, pada 1988-1989.

Ia juga tercatat sebagai pengurus PMII Cabang Ciputat pada 1990 dan Pengurus Pusat GP Ansor Jakarta pada 1997.

Di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU), ia pernah menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah NU Sulawesi Barat selama periode 2007-2019.