MAKASSAR, SULSEL.POJOKSATU.id - Dewan Pengurus Daerah Ikatan Keluarga Pondok Pesantren (DPD IKPM) Al-Junaidiyah Makassar menggelar kegiatan Tudang Sipulung pada 7-8 November 2026, bertempat di Tanjung Bayang, Makassar. Kegiatan tahunan ini mengusung tema “Merajut Silaturahmi, Mempererat Ukhuwah, Menguatkan Kebersamaan” sebagai ruang untuk mempertemukan kembali para alumni Pondok Pesantren Al-Junaidiyah Biru Bone yang sedang menempuh pendidikan di Kota Makassar.

Tudang Sipulung merupakan agenda tahunan yang tidak hanya menjadi ajang pertemuan antar alumni, tetapi juga menjadi momentum untuk merefleksikan kembali ikatan kekeluargaan yang telah terbangun selama menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Al-Junaidiyah Biru Bone. Melalui kegiatan ini, para alumni kembali dipertemukan dalam suasana kebersamaan, mengenang masa-masa kehidupan di pondok, serta mengingat kembali nilai dan ilmu yang telah diwariskan oleh para ustaz dan ustazah, guru, serta pembina.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Umum DPD IKPM Al-Junaidiyah Makassar Kakanda Usman, jajaran Pengurus Harian DPP IKPM Al-Junaidiyah yang diwakili oleh Bendahara Umum Kakanda Andi Idchan Pasinringi, serta Ketua Umum DPD Al-Junaidiyah JOSUMA Kakanda Anis Femas. Turut hadir para alumni Pondok Pesantren Al-Junaidiyah Biru Bone yang berdomisili dan sedang menempuh pendidikan di Kota Makassar.

Sebanyak 26 peserta yang merupakan alumni sekaligus mahasiswa baru turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya menyambut dan memperkenalkan lingkungan kekeluargaan IKPM Al-Junaidiyah kepada generasi alumni yang baru melanjutkan pendidikan di Kota Makassar.

Dalam sambutannya, Ketua Umum DPD IKPM Al-Junaidiyah Makassar, Kakanda Usman, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh alumni yang telah meluangkan waktu untuk hadir di tengah berbagai kesibukan dan tanggung jawab perkuliahan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pengurus Harian DPP IKPM Al-Junaidiyah atas dukungan yang diberikan, serta kepada panitia pelaksana dan steering committee yang telah mencurahkan waktu dan tenaga demi terselenggaranya kegiatan tersebut.

Lebih lanjut, ia berharap agar momentum Tudang Sipulung tidak berhenti sebatas pertemuan tahunan, tetapi dapat menjadi awal untuk terus menjaga dan merawat silaturahmi antarsesama alumni. Ia juga menekankan pentingnya membesarkan nama IKPM Al-Junaidiyah, memperkenalkan Pondok Pesantren Al-Junaidiyah melalui ilmu dan nilai-nilai yang telah diperoleh selama berada di pondok, serta senantiasa menjaga nama baik almamater.

Sementara itu, sambutan sekaligus pembukaan kegiatan disampaikan oleh Bendahara Umum DPP IKPM Al-Junaidiyah, Andi Idchan Pasinringi. Dalam penyampaiannya, ia memberikan motivasi kepada para alumni agar kelak mampu menjadi pribadi yang besar dan berkontribusi di berbagai bidang dengan tetap membawa identitas dan nama baik keluarga besar Al-Junaidiyah.

Idchan Pasinringi juga menegaskan bahwa kegiatan seperti Tudang Sipulung memiliki nilai strategis dalam membangun jejaring antar alumni. Menurutnya, keluarga besar Al-Junaidiyah memiliki banyak alumni yang telah berkiprah di berbagai sektor, mulai dari dunia usaha, politik, hingga instansi pemerintahan. Oleh karena itu, hubungan ant alumni perlu terus dirawat agar dapat menjadi jaringan kekeluargaan yang saling menguatkan dan memberikan manfaat bagi sesama.

Di akhir penyampaiannya, ia berpesan agar para alumni tidak canggung untuk saling menyapa dan memperkenalkan diri, meskipun belum saling mengenal secara dekat. Baginya, hubungan kekeluargaan tidak seharusnya dibatasi oleh perbedaan angkatan ataupun jabatan, melainkan perlu dibangun melalui keterbukaan dan kemauan untuk terus menjaga komunikasi.

Melalui kegiatan Tudang Sipulung ini, DPD IKPM Al-Junaidiyah Makassar berharap ikatan kekeluargaan yang telah terbangun sejak di bangku pesantren dapat terus terjaga dan berkembang di tengah kehidupan mahasiswa maupun dunia pengabdian yang lebih luas. Kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kembali semangat dan antusiasme para alumni untuk terus berproses, saling menguatkan, serta mengambil bagian dalam membesarkan organisasi dan almamater.

Lebih dari sekadar pertemuan tahunan, Tudang Sipulung menjadi pengingat bahwa setiap alumni memiliki tempat dan peran dalam keluarga besar Al-Junaidiyah. Perbedaan angkatan, kesibukan, maupun perjalanan hidup bukanlah alasan untuk saling menjauh, melainkan menjadi ruang untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, membangun jejaring, dan membuka peluang kolaborasi. Semangat kebersamaan inilah yang diharapkan terus tumbuh, sehingga IKPM Al-Junaidiyah tidak hanya menjadi wadah untuk mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi ruang untuk merancang masa depan bersama.

Sebab, sejauh apa pun langkah para alumni setelah meninggalkan pondok, ada ikatan, nilai, dan kenangan yang tetap mempertemukan mereka dalam satu keluarga besar. Dari tempat yang sama mereka pernah belajar, dari nilai yang sama mereka ditempa, dan dengan semangat kebersamaan mereka diharapkan mampu melangkah lebih jauh serta membawa nama baik Pondok Pesantren Al-Junaidiyah Biru Bone di berbagai ruang pengabdian.