MAKASSAR, SULSEL.POJOKSATU.id - Nurhanjayani Syarifuddin, mahasiswi IAIN Parepare, berhasil meraih Juara 1 Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK) Kategori Putri pada ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset atau OASE III PTKIN 2026.
Ajang bergengsi tingkat nasional ini diselenggarakan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dengan malam puncak dan pengumuman pemenang yang dihelat di Gedung Multi Purpose pada Jumat (6/11/2026).
Mengalahkan 19 Finalis Nasional Lewat Kitab At-Tahrir Wa Al-Tanwir
Kompetisi cabang MQK kategori putri di OASE III PTKIN 2026 berlangsung ketat. Nurhanjayani harus bersaing dan menyisihkan 19 finalis tangguh perwakilan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terbaik dari seluruh Indonesia.
Dalam babak penentuan, para finalis diuji kemampuannya dalam mengkaji kitab tafsir monumental, At-Tahrir Wa Al-Tanwir karya Ibnu Asyur. Sesuai mekanisme lomba, materi bacaan ditentukan melalui undian yang diambil peserta sesaat sebelum naik panggung dari bahasan tafsir Surah An-Nisa.
Aspek penilaian meliputi enam poin utama, yakni kelancaran dan ketepatan bacaan (15 persen), ketepatan terjemah (15 persen), pemahaman arti mufradat (10 persen), pemahaman tekstual dan kontekstual (30 persen), kaidah nahwu dan sharaf (20 persen), serta sesi tanya jawab bersama dewan juri (10 persen).
Profil Singkat Nurhanjayani Syarifuddin
Nurhanjayani Syarifuddin merupakan mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare.
Anak bungsu dari tujuh bersaudara pasangan Drs. Syarifuddin dan Hj. Suriani Siang.
mahasiswi kelahiran Parepare, 11 September 2004 ini bercita-cita mengabdikan diri sebagai seorang dosen.
IAIN Parepare Peringkat 7 OASE III PTKIN
Prestasi yang diukir Nurhanjayani Syarifuddin menempatkan IAIN Parepare pada peringkat ketujuh OASE III PTKIN 2026 dengan perolehan 1 medali emas.
Peringkat pertama ditempati oleh tuan rumah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan 9 emas, 2 perak, dan 1 perunggu. Disusul UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada peringkat kedua dengan peroleha 2 emas, 4 perak, dan 3 perunggu.
Peringkat ketiga adalah UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan perolehan 2 medali emas, 2 medali perak, dan 1 medali perunggu. Peringkat keempat adalah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan perolehan 1 medali emas, 2 medali perak, dan 3 medali perunggu.
Posisi kelima UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan dengan Raihan 1 medali emas, 1 medali perak, dan 1 medali perunggu. Selanjutnya, peringkat keenam adalah UIN Walisongo Semarang dengan Raihan 1 medali emas, 1 medali perak, dan 1 medali perunggu.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama IAIN Parepare, Dr. Kaharuddinyang hadir dalam acara penutupan, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian Nurhanjayani.
Menurutnya, kemenangan tersebut merupakan hasil dari kerja keras, kesungguhan, dan perjuangan mahasiswa dalam menghadapi persaingan di tingkat nasional.
"Kita bersyukur atas prestasi yang diperoleh ananda Nurhanjayani yang telah berhasil meraih Juara I Musabaqah Qiraatul Kutub kategori putri. Tidak mudah bersaing dengan perguruan tinggi yang sudah ternama, khususnya universitas Islam negeri yang memiliki tradisi keilmuan dan jaringan alumni pesantren yang kuat," ungkap Kaharuddin dikutip laman IAIN Parepare.
Ia menilai kemenangan tersebut memiliki makna lebih dari sekadar perolehan gelar juara. Prestasi Nurhanjayani menunjukkan bahwa mahasiswa IAIN Parepare memiliki peluang yang sama untuk bersaing dengan mahasiswa dari perguruan tinggi besar, selama didukung kemauan belajar, kerja keras, dan semangat pantang menyerah.
"IAIN Parepare telah membuktikan bahwa dominasi perguruan tinggi besar selama ini pada cabang lomba tersebut dapat disaingi. Ini menjadi motivasi bagi kita semua bahwa kita juga mampu bersaing selama berusaha dengan sungguh-sungguh dan tanpa kenal lelah," tambahnya.






