PAREPARE, SULSEL.POJOKSATU.id - Institut Agama Islam Negeri Parepare (IAIN Parepare) menyiapkan 43 dosen berpangkat Lektor Kepala untuk menuju Guru Besar. Selain itu, 31 dosen lainnya dipersiapkan naik ke jenjang Lektor Kepala melalui Workshop Peningkatan Kapasitas SDM Tenaga Pendidik Tahun 2026.

Kegiatan yang diikuti 74 dosen tersebut berlangsung selama dua hari, Senin-Selasa, 19-20 Oktober 2026, di Ballroom Laboratorium Terpadu IAIN Parepare. Workshop dibuka Rektor IAIN Parepare, Prof. Hj. Darmawati, pada Senin (19/10/2026).

Ketua Panitia, Dr. Ajeng Gelora Mastuti, mengatakan kegiatan ini difokuskan pada penguatan kompetensi penelitian, publikasi ilmiah bereputasi, serta pemahaman regulasi kenaikan jabatan akademik.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman materi, tetapi juga mampu menyusun rencana publikasi, mempersiapkan dokumen persyaratan, serta merancang pengusulan jabatan akademik secara terukur,” kata Ajeng.

Workshop tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Prof. Amirul Mukminin dari Universitas Jambi dan Prof. Hj. Sri Harini dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Pada hari pertama, Prof. Amirul Mukminin memaparkan strategi penelitian untuk menghasilkan artikel ilmiah bereputasi, pemilihan jurnal tujuan publikasi, pemenuhan persyaratan khusus, serta etika penggunaan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) dalam penulisan ilmiah.

Sementara itu, Prof. Sri Harini dijadwalkan membawakan materi mengenai regulasi dan persyaratan kenaikan jabatan akademik ke Lektor Kepala dan Guru Besar. Materi tersebut mencakup perhitungan angka kredit, penyusunan dokumen usulan, dan simulasi perhitungan persyaratan pengajuan.

Rektor IAIN Parepare, Prof. Darmawati, menegaskan peningkatan kapasitas dosen harus berdampak langsung pada kualitas penelitian dan publikasi ilmiah, bukan sekadar menjadi kegiatan seremonial.

Ia meminta dosen lebih cermat menentukan topik penelitian, memahami persoalan yang diteliti, serta memastikan jurnal tujuan publikasi sesuai dengan standar akademik.

“Saya berharap kegiatan peningkatan SDM ini betul-betul memberikan dampak. Dalam penelitian, dosen perlu cermat menentukan topik dan memahami persoalan yang belum banyak diteliti. Jangan sampai memilih topik yang terlalu tinggi, tetapi persoalan yang diteliti justru tidak dipahami dengan baik,” tegasnya.

Prof. Darmawati juga mendorong peserta memanfaatkan workshop untuk berkonsultasi langsung dengan narasumber terkait kendala penelitian, penulisan artikel, dan pengusulan jabatan akademik.

“Jangan sampai tulisan hanya tersimpan di laptop, tetapi tidak berhasil dipublikasikan. Manfaatkan kesempatan ini untuk bertanya dan mendapatkan pendampingan agar penelitian dan tulisan yang dihasilkan benar-benar dapat ditindaklanjuti,” ujarnya.