KAIRO, MESIR, SULSEL.POJOKSATU.id - Ketua Program Studi (Kaprodi) Magister (S2) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, Dr. Hj. Haniah, sukses melaksanakan rangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional di Kairo, Mesir, pada 1-6 November 2026.
Dalam kunjungan strategis ini, Dr. Haniah merangkul 5 elemen komunitas penting di Kairo untuk memperkuat jejaring akademik global sekaligus memberikan pembekalan motivasi bagi para mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Negeri Seribu Menara tersebut.
Bagi Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, PKM Internasional ini memiliki makna mendalam sebagai wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menembus batas negara.
Urgensi dari kegiatan ini adalah menjaga kesinambungan sanad keilmuan, mempererat ukhuwah Islamiyah serta wathoniyah, sekaligus memastikan mahasiswa Indonesia di luar negeri tetap memiliki keterikatan emosional dan intelektual dengan tanah air.
Sinergi PKM Internasional dengan 5 Komunitas di Kairo
Kegiatan PKM Internasional ini menyasar lima pilar komunitas strategis,yaitu:
Lembaga Bahasa Arab Alsun Cairo: Sebagai langkah nyata tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang telah disepakati sebelumnya guna penguatan mutu akademik kebahasaan.
Mahasiswa KKS (Kerukunan Keluarga Sulawesi): Mahasiswa asal Sulsel dan Pulau Sulawesi, lainnya, di Baruga Sulawesi Kairo
Mahasiswa IADI Mesir Kairo: Organisasi yang menghimpun para alumni Pondok Pesantren Darud Da'wah wal Irsyad (DDI).
Mahasiswa Baiquni: Komunitas yang memayungi para alumni Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan (MANPK) Makassar.
Mahasiswa IKAKAS: Wadah berkumpulnya para alumni Pondok Pesantren As'adiyah Wajo, Sulawesi Selatan.
Pesan Akademik Dr. Haniah
Dalam paparannya di hadapan para mahasiswa, Dr. Haniah menyampaikan sejumlah pesan akademik dan tips sukses:
Kunci Sukses di Perantauan: Menguasai akselerasi bahasa, beradaptasi dengan budaya lokal tanpa kehilangan jati diri santri, serta aktif dalam organisasi tanpa mengorbankan tugas utama kuliah.
Komitmen Akademik Tinggi: Menuntut ilmu di Al-Azhar adalah hak istimewa yang harus disyukuri dengan cara belajar tekun, menjaga nama baik almamater pesantren dan Madrasah asal, serta menjaga nama baik bangsa Indonesia.
Panggilan Mengabdi untuk Indonesia: Dr. Haniah menekankan bahwa sejauh apa pun menuntut ilmu, muara akhir dari pengetahuan adalah pengabdian.
Dalam lawatannya di Bumi Kinanah, Dr. Haniah bersama mahasiswa, bersilaturrahim juga dengan Ulama Al Azhar : Syekh Ali Jum'ah (Mufti Agung Mesir), Syekh Amru Wardani, Dr. Saleh, dan Dr. Nuruddin.
Kembali ke Almamater: Mengantar Putri Sekaligus Lanjut S3 Jalur 'By Research'
Kunjungan ke Mesir ini juga membawa berkah dan momentum personal yang luar biasa bagi Dr. Haniah. Selain mendampingi dan mengantarkan putrinya, A. Ahla Naylah,( Alumni M.Ts PP DDI Mangkoso dan MANPK Makassar tahun 2026) yang berhasil lulus untuk melanjutkan studi Strata Satu (S1) di bidang Ilmu Bahasa Arab Universitas Al-Azhar, mengikuti jejak ibunya. Dr. Haniah turut memanfaatkan peluang emas ini untuk kembali mereguk ilmu di almamater tercintanya, lanjut studi S3.
Dr. Hj. Haniah sendiri bukanlah orang baru di lingkungan kampus Islam tertua di dunia tersebut. Alumni PP DDI Mangkoso ini, merupakan lulusan S1 Bahasa Arab Universitas Al-Azhar tahun 2000 dan alumni S2 Ilmu Balagah Pascasarjana Universitas Al-Azhar tahun 2005. Sedangkan S3 Haniah diselesaikan di UIN Malang Jawa Timur, tahun 2015, bidang Pendidikan Bahasa Arab.
"Alhamdulillah, setelah melapor ke Pimpinan Dirasah Ulya (PascaSarjana) Universitas Al Azhar, khususnya Qism Balagah wan Naqd (Prodi Ilmu Balagah), saya diinstruksikan dan diarahkan untuk membuat proposal Risalah (Disertasi). Tema atau judulnya, kajian Ilmu Balagah pada Syair Arab yang ditulis Ulama Indonesia. Saya tertarik untuk mengkaji karya AGH. Ambo Dalle, Kitab Mursyidut Thullaab," kata Dr Haniah
Kelanjutan studi Strata Tiga bidang Bahasa Arab Nazhariyyah ini, adalah sebagai linearitas keilmuan S1 dan S2 Dr Haniah sebelumnya di Al Azhar.
"Saya didukung dengan optimal oleh suami saya Dr. H. Andi Muhammad Akmal yang juga dosen UINAM untuk lanjut studi S3 di Azhar," kata Pengurus IMLA Sulsel ini.
Kini, di tengah kesibukannya sebagai dosen dan pejabat struktural di Indonesia, Dr. Haniah resmi tercatat melanjutkan studi Strata Tiga (S3) di universitas yang sama. Beliau mengambil bidang Ilmu Sastra Arab dengan Konsentrasi Ilmu Balagah melalui jalur By Research & Online (Riset dan Daring). Metode inovatif ini memungkinkannya tetap memimpin Prodi S2 PBA UIN Alauddin Makassar sembari mematangkan kepakaran ilmiahnya langsung dari kiblat ilmu bahasa Arab dunia.
Langkah produktif Dr. Hj. Haniah ini diharapkan menjadi inspirasi nyata bagi civitas akademika di Indonesia bahwa batas ruang dan peran sebagai ibu, dosen, maupun pimpinan, tidak menjadi penghalang untuk terus belajar dan menebar manfaat di kancah internasional.








