POJOKSULSEL, MAKASSAR - Sebanyak 1.307 mahasiswa UIN Alauddin Makassar mengikuti seleksi wasancara KIP Kuliah.

Seleksi wawancara KIP Kuliah mahasiswa UIN Alauddin Makassar, berlangsung di Auditorium, Kampus II UIN, Kamis (10/10/2024).

Wakil Rektor III UIN Alauddin Makassar, Prof Muhammad Khalifa Mustami, seribuan lebih mahasiswa tersebut telah lolos seleksi berkas KIP Kuliah.

Baca Juga: Seleksi PPPK 2024, Pemprov Sulsel Wanti-Wanti Tenaga Honorer Tentang Hal Ini

“Ada 1.307 orang yang mengikuti tahapan wawancara ini," kata Prof Muhammad Khalifa Mustami dalam keterangan tertulis.

Prof Muhammad Khalifa Mustami mengatakan, para mahasiswa yang lolos ke tahap wawancara, yaitu mereka yang UKT di bawah Rp2,4 juta.

"Kemudian memiliki KIP K atau sejenisnya. Kemudian memiliki prestasi akademik dan non akademik,” kata Guru Besar Metodologi Penelitian ini.

Baca Juga: Kronologi Penumpang Kapal Feri Lompat di Perairan Mamuju. Sempat Minta Telepon Anak

Lebih lanjut, mantan Dekan Fakultas Sains dan Teknologi itu mengungkapkan, setelah wawancara masih ada tahapan berikutnya yakni survei lapangan.

Survei lapangan, kata dia, dimaksudkan agar program tersebut tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

“Jadi setelah ini ada survey rumah, apakah betul berkas yang ada sesuai kondisi sebenarnya. Karena biasanya ada yang memanipulasi berkas seperti foto rumah, rekening listrik, punya orang lain dipakai,” jelasnya.

Baca Juga: Penumpang Kapal Feri yang Lompat ke Laut di Perairan Mamuju Masih Dicari

Prof Muhammad Khalifa Mustami menegaskan, pihaknya akan terus berusaha agar penerima KIP K tepat sasaran.

Sehingga, ia meminta calon penerima KIP Kuliah yang merasa dirugikan dalam proses seleksi ini agar segera melapor ke bagian kemahasiswaan.

“Bagi calon penerima yang merasa dirugikan dalam seleksi ini agar menyampaikan keberatan langsung di bagian kemahasiswaaan. Kita tidak mau ada yang memanfaatkan KIP ini, jadi jangan ragu-ragu melapor,” pungkasnya.

***