POJOKSULSEL, MAKASSAR - Kronologi penumpang kapal feri KM Laskar Pelangi bernama Hernis (69) lompat di perairan Mamuju, Sulawesi Barat pada Selasa (8/10/2024) pukul 18.30 Wita petang.
Pada keterangan tertulis Basarnas Mamuju, penumpang tersebut awalnya terus mondar-mandir di atas kapal feri KM Laskar Pelangi. Sesekali duduk di uperdeck kapal.
Tak berselang lama, penumpang kapal feri KM Laskar Pelangi, itu memanjat di reling kapal. Kemudian, dengan cepat dia melompat ke perairan Mamuju.
Baca Juga: Satu Lagi Prodi di UIM Al Gazali Raih Akreditasi Unggul, Prof Muammar Bakry: Kami Berkomitmen!
Menurut merangan Afrizal, seorang penumpang KM Laskar Pelangi bahwa dirinya sempat berbincang dengan korban di Pelabuhan Kariangau Balikpapan.
Saat itu, kata Afrizal, korban sedang memanggul barang bawaan masuk ke dalam kapal.
Korban sempat menunjukan KTP dan memberi nomor telopon anaknya. Korban meminta Afrizal untuk menghubungi.
Baca Juga: 7 Anggota Polres Polman Dapat Sanksi Pemecatan alias PTDH Buntut Tahanan Tewas
Namun, anak korban tidak merespons panggilan telepon Afrizal. Hal itu membuat korban kesal.
KM Laskar pelangi berangkat dari Pelabuhan Kariangau Balikpapan menuju Pelabuhan Simboro Mamuju pada Selasa (8/10/2024) pukul 04.20 WITA
Sesaat setelah kejadian, nakhoda KM Laskar Pelangi memerintahkan crew kapal stop angine dan memutar haluan untuk mencari korban.
Baca Juga: Kelurahan Manggala Juara 1 Lomba Kelurahan Tahun 2024. Berikut Sederet Inovasinya
Nakhoda dan crew kapal telah menyisir area sekitar lokasi kejadian. memutari hingga beberapa kali.
Namun korban tak kunjung terlihat kembali di permukaan laut.
Nakhoda kapal memutuskan menghubungi sro dan meneruskan informasi itu ke Basarnas Mamuju.
Tim rescue Kantor SAR Mamuju segera diterjunkan untuk melakukan proses pencarian terhadap korban.
Personel segera mendatangi lokasi Pelabuhan Simboro untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai kejadian naas tersebut.
Baca Juga: Info Lengkap Seleksi PPPK Pemprov Sulsel 2024, Pendaftaran Tahap I Hingga 20 Oktober
Setelah melihat kondisi cuaca dan juga pada saat itu gelap gulita karena sudah tengah malam.
komandan tim (dantim) rescue Devis Weken memutuskan untuk tidak menerjunkan personel dan alut ke lokasi kejadi pada saat itu juga.
Devis Weken memerintahkan supaya proses pencarian dilakukan pada hari Rabu.
Baca Juga: Kelurahan Manggala Juara 1 Lomba Kelurahan Tahun 2024. Berikut Sederet Inovasinya
Sebab, risiko yang besar pada anggota jika dilakukan saat itu juga.
Pencarian pertama pada Rabu (9/10/2024) dilakukan sejauh 29 Nm dari dermaga Pelabuhan Simboro Mamuju ke arah barat laut menggunakan Rigit Inflatable Boat (RIB).
Namun setelah seharian melakukan search area di lokasi titik jatuhnya korban, korban tak kunjung terlihat.
Baca Juga: Visual Menari Hingga Lautan pada Logo Hari Jadi Sulsel 355, Muhammad Arafah Ungkap Filosofinya
Hasil pencarian terhadap korban di hari pertama masih nihil.
Pencarian hari kedua dilanjutkan pada Kamis (10/10/2024).
***




