POJOKSULSEL.com, MAKASSAR - Kapolda Sulsel Irjen Pol Yudhiawan membongkar asal usul mesin cetak kasus uang palsu yang ditemukan di Kampus UIN Alauddin Makassar beberapa waktu lalu.
Mesin cetak uang palsu tersebut kini telah disita oleh aparat kepolisian. Mesin cetak ini disita di ruang Perpustakaan UIN Alauddin Makassar.
Menurut Kapolda Sulsel Irjen Pol Yudhiawan, mesin cetak tersebut dibeli oleh para tersangka senilai Rp600 juta dan didatangkan langsung dari China.
Baca Juga: Cangkir Kopi Itu Tiba-tiba Jatuh dan Muh Tonang Pun Tumbang. Braak!
Mesin cetak ini didatangkan ke Makassar sejak Bulan Oktober 2022 lalu. Berikut dengan kertas dan tinta yang juga berasal dari China, dipakai untuk memproduksi uang palsu.
"Mesin cetak ini dibeli di Surabaya, dan dibeli dari China. Harganya senilai Rp600 juta," beber Kapolda Sulsel Irjen Pol Yudhiawan, Kamis 19 Desember 2024.
Para tersangka juga cukup teliti dalam memproduksi uang palsu menggunakan mesin cetak tersebut.
Baca Juga: Kasus Uang Palsu, Rektor UIN Alauddin Prof Hamdan Juhannis: Saya Marah, Malu, dan Tertampar
"Ini cukup teliti, dengan sinar ultraviolet, uang palsu yang dicetaknya muncul tanda-tanda air," tambahnya.
Kapolda Sulsel menjelaskan, seluruh tersangka dalam kasus uang palsu ini telah mencapai 17 orang.
Salah satunya adalah Andi Ibrahim atau AI yang juga menjabat sebagai Kepala Perpustakaan UIN Alauddin Makassar.
Baca Juga: Kabid Humas Pemprov Sulsel Kenang Almarhum Muh Tonang Sosok Dekat dengan Ulama: Beliau Sahabat Saya!
Selain AI, sejumlah tersangka yang kini telah ditahan di Mapolres Gowa masing-masing berinisial MN, KA, IR, MS, JBP, AA, SAR, SU, AK, IL, SM, MS, SR, SW, MM, dan RM.
Kapolda Sulsel Irjen Pol Yudhiawan menambahkan, dari hasil pemeriksaan, seluruh perrbuatan tersangka ini murni dilakukan secara sendiri-sendiri tanpa berkaitan dengan pihak lain, termasuk UIN Alauddin Makassar.
"Ini murni perbuatan pribadi. Yang bersangkutan menggunakan kewenangan dan jabatannya. Jabatannya itu Kepala Perpustakaan (UIN Alauddin Makassar)," tambah Irjen Pol Yudhiawan.
Baca Juga: BREAKING NEWS: Kepala Kanwil Kemenag Sulsel H Muh Tonang Wafat di Jakarta. Innalillahi!
Dalam konferensi pers yang berlangsung di Mapolres Gowa, Kapolda Sulsel Irjen Pol Yudhiawan didampingi Kapolres Gowa AKBP Reonald Simanjuntak, dan Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis.
Polisi juga memperlihatkan seluruh barang bukti, termasuk uang palsu yang bernilai ratusan juta rupiah dan mesin cetak yang digunakan tersangka mencetak upal.
***



