POJOKSULSEL, MAKASSAR - Aksi penyerangan oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK) terjadi di halaman Masjid Al Amin, Lingkungan Sederhana, Kelurahan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Rabu malam (18/2/2026).
Kapolsek Wonomulyo, AKP Sandy Indrajatiwiguna, membenarkan adanya kejadian penyerangan di halaman Masjid Al Amin oleh OTK
AKP Sandy mengatakan pihaknya telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) penyerangan OTK di Masjid Al Amin Matakali pada Kamis (19/2/2026) sekitar pukul 11.00 WITA untuk melakukan pengumpulan bahan keterangan.
"Tim yang dipimpin Panit 1 Opsnal Reskrim IPTU Mulyono sudah turun langsung ke lokasi untuk melakukan penyelidikan dan meminta keterangan para saksi,” ujar AKP Sandy.
Kronologi Versi Saksi
Berdasarkan keterangan saksi Mahatir (23), seorang tukang las yang tinggal di sekitar Puskesmas lama Matakali, peristiwa bermula sekitar pukul 23.00 WITA saat dirinya berada di Masjid Al Amin untuk minum kopi bersama teman-temannya.
Baca Juga: MAN 1 Parepare Kirim 15 Duta Ceramah Ramadan, Ini Tiga Kabupaten Jadi Tujuan Dakwah
Sekitar pukul 23.24 WITA, datang seorang rekannya bernama Fahmi yang memberitahu adanya rombongan pemotor memasuki lorong dekat masjid. Saat Mahatir menuju jalan poros di depan masjid, ia melihat beberapa pemotor memarkir kendaraan mereka.
“Salah satu dari mereka mendekati saya dan berkata, ‘Mana temanku?’ Saya tidak mengerti maksudnya karena tidak saling kenal. Tiba-tiba saya dipukul,” ungkap Mahatir dalam keterangannya.
Ia sempat membalas pukulan tersebut. Namun, situasi memanas ketika salah seorang dari rombongan itu mengeluarkan senjata tajam jenis parang yang terselip di pinggangnya. Mahatir pun berlari masuk ke teras masjid.
Rombongan pemotor yang diduga berjumlah lebih dari 10 orang itu kemudian melakukan pengejaran terhadap warga yang sedang duduk di teras masjid. Meski terjadi aksi kejar-kejaran, tidak ada korban luka dalam insiden tersebut.
Saksi lainnya, Fahmi (16), mengaku melihat banyak pemotor masuk ke lorong dekat rumahnya sebelum kejadian. Ia kemudian berinisiatif memberi tahu teman-temannya di masjid. Tak lama berselang, para pemotor itu turun dan langsung melakukan penyerangan serta pengejaran.
Baca Juga: Dai 3T Tiba di Sinjai Barat, Ashabul Firdaus Sasar Pembinaan Ibu-Ibu dan Santri TPA
Sementara itu, saksi Nur Azizah, seorang pelajar kelas 1 SMA asal Mapilli, mengungkapkan bahwa sebelumnya sempat terjadi adu mulut di rumah seorang warga bernama Putri di Matakali. Adu mulut itu melibatkan seorang pemuda bernama Noval dengan sejumlah pemuda setempat, bahkan disebut sempat terjadi pemukulan.
Tak lama setelah kejadian itu, Noval dan rekannya kembali ke Wonomulyo.
Dugaan Motif Balas Dendam
Berdasarkan hasil pengumpulan keterangan sementara, polisi menduga penyerangan di Masjid Al Amin dilakukan oleh rekan-rekan Noval dan Nastain yang disebut tergabung dalam sebuah grup bernama Wono Baru atau UB.
“Motif sementara diduga karena balas dendam atas kejadian sebelumnya,” jelas AKP Sandy.
Meski tidak menimbulkan korban luka, peristiwa tersebut cukup membuat warga sekitar merasa tidak aman. Polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi para pelaku serta memastikan situasi tetap kondusif.
Baca Juga: Ramadan: Dari Pengendalian Diri Menuju Pengenalan Diri
Kapolsek Wonomulyo mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada pihak kepolisian.
“Kami minta warga tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang bisa memperkeruh suasana,” tegasnya. ***




