POJOKSULSEL, GOWA - UIN Alauddin Makassar kembali memiliki 6 profesor baru dalam berbagai bidang kepakaran.

Enam profesor baru UIN Alauddin Makassar, menerima Surat Keputusan secara bersamaan dari Sekretaris Kemenag RI, Prof Nizar Ali didampingi Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof Ali Ramdani di Jakarta, Kamis (21/9/2023).

Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis memang terus mendorong lahirnya banyak profesor. Ia pun mencanangkan Program akselerasi guru besar.

Baca Juga: Ambisi Bernardo Tavares Putus Rekor Buruk PSM Makassar di Kandang Borneo FC

Adapun rincian enam profesor baru UIN Alauddin Makassar adalah sebagai berikut:

Prof Dr Hj Halimah B M Ag, kepakaran dalam bidang Ilmu Ulumul Quran pada Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar.

Prof Dr Abdul Halim Talli S Ag M Ag, kepakaran dalam Bidang Ilmu Hukum Acara Peradilan Agama pada Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar.

Baca Juga: Bikin Bangga! Siswi MAN 1 Makassar Raih 2 Medali Emas pada Olimpiade Sains Nasional 2023

Prof Dr Sohra M Ag, kepakaran dalam Bidang Studi Islam pada Fakultas Syariah dan Hukum.

Prof Dr Erwin Hafid Lc M Th I M Ed, kepakaran dalam bidang Ilmu Hadis pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar.

Prof Dr Nur Hidayah S Kep Ns M Kes, kepakaran dalam bidang Ilmu Manajemen Keperawatan pada Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar.

Baca Juga: Bawaslu Sulsel Siap Sinergi Media dalam Penyelenggaran Pemilu 2024

Prof Dr Hamzah M Ag, kepakaran dalam bidang Ilmu Ekonomi Islam pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.

Prof Hamdan Juhannis menegaskan, bertambahnya enam profesor baru di UIN Alauddin Makassar, menjadi prestasi gemilang di periode kedua kepemimpinannya.

Dia mengungkapkan, akselerasi guru besar merupakan bagian dari Pancacita bidang akademik yang menjadi fokus sejak periode pertama kepemimpinannya.

Baca Juga: Akui Calon Lawan Tim Kuat, Bernardo Tavares Sebut Borneo FC Kandidat Kuat Juara Liga 1 2023

"Akselerasi guru besar adalah bagian dari Pancacita bidang akademik yaitu prodi yang andal" pungkasnya.

Prof Hamdan Juhannis mendorong para profesor menjadi pendongkrak mutu akademik prodi-prodi sesuai dengan bidangnya. ***