POJOKSULSEL, MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Suhardi Duka memberikan respons terkait perubahan bentuk Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene (STAIN Majene) menjadi Universitas Islam Negeri (UIN).

Suhardi Duka menyatakan kesiapannya untuk membantu mewujudkan alih status STAIN Majene jadi UIN.

Apalagi, lanjut Suhardi Duka, semua persyaratan sudah terpenuhi mulai fisik bangunan dan lainnya. Sehingga, menjadi tanggung jawab semua pihak untuk mewujudkan STAIN Majene menjadi UIN.

"STAIN Majene ini juga masih berstatus sekolah tinggi negeri dan saya akan bantu, karena masa swasta bisa universitas, baru ini tidak bisa," katanya dikutip rilis dari Sulbarprov.

Baca Juga: Ali Yafid Titip Tiga Pesan Saat Lepas 54 Santri DDI Mangkoso Lanjut Studi ke Al Azhar Mesir

Diketahui, SDK, sapaan Gubernur Sulbar menyampaikan orasi ilmiah pada acara wisuda dan Dies Natalis ke-9 STAIN Majene, Kamis (23/10/2025).

Turut hadir Ketua Komisi 1 DPRD Sulbar Syamsul Samad, Plt Karo Pemkesra Sulbar Murdanil dan jajaran Pemprov Sulbar.

Ia mengatakan, kehadirannya di acara wisuda STAIN Majene sekaligus menjadi evaluasi bagi kampus negeri di bawah naungan Kementerian Agama RI itu,

"Saya juga sampaikan bagaimana Sulbar itu sendiri saat ini kepada anak-anak mahasiswa yang sudah selesai. Sehingga, mereka semua bisa menangkap peluangnya setelah keluar dari kampus STAIN Majene," ucap SDK.

Baca Juga: Kabar Gembira! Prodi Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Makassar Raih Akreditasi Unggul

Sebelumnya, Ketua STAIN Majene Prof Wasilah Sahabuddin, mengungkapkan sosok penetu jika ingin STAIN Majene langsung bertransformasi ke Universitas Islam Negeri (UIN).

"STAIN Majene untuk menjadi UIN hanya tinggal satu saja kekurangnnya, yaitu leading Pak Gubernur untuk langsung ke Kemenpan RB. Kalau beliau bilang saya mau STAIN Majene jadi UIN, itu langsung disetujui," ungkap Prof Wasilah Sahabuddin saat sambutan di acara Wisuda dirangkaikan Dies Natalis ke-9 STAIN Majene dikutip Youtube STAIN Majene, Kamis (23/10/2025).

Prof. Wasilah Sahabuddin menjelaskan bahwa, sesuai dengan mekanisme yang berlaku, proses transformasi STAIN Majene harus melalui tahapan perubahan bentuk terlebih dahulu menjadi IAIN, sebelum akhirnya dapat berstatus sebagai UIN.

Namun demikian, apabila Gubernur Sulawesi Barat secara langsung menemui Menteri PAN-RB untuk menyampaikan permintaan agar STAIN Majene dapat langsung bertransformasi menjadi UIN, maka prosesnya tidak akan memerlukan banyak tahapan lagi, karena persetujuannya dapat segera diberikan oleh Menteri Sekretaris Negara.

Baca Juga: Pesantren, Eselon I, dan Keadilan yang Masih Tertunda

"Jadi kami harap mumpung beliau ada di sini, banyak sekali bantuan yang harus disampaikan STAIN Majene, Pak Gub," kata Prof Wasilah Sahabuddin disambut tepuk tangan para wisudwan.

Pada kesempatan itu, Prof Wasilah Sahabuddin mengatakan, STAIN Majene saat ini membina kurang lebih 4 ribu mahasiswa dengan statistik 90 dosen. Dan 25 di antaranya kualifikasi doktor serta empat guru besar.

Selain itu, dirinya juga menyampaikan kondisi terkini STAIN Majene yang mengelola 10 program studi.

"9 tahun STAIN Majene dengan satu prodi unggul, lima baik sekali, selebihnya sementara menunggu asesmen lapangan," katanya.

STAIN Majene didukung oleh infrastruktur berupa sarana laboratorium pendukung berupa laboratium IPA, IPS, laboratorium statisktik, hingga laboratorium informatika.

STAIN Majene juga telah memiliki beberapa gedung dengan skema SSBN dan tahun depan akan tambah satu gedung baru untuk smart class.

Baca Juga: Gubernur Sulsel Serahkan Rp5 Miliar untuk Perbaikan Jalan ke Pesantren DDI Mangkoso Barru

Hal lain yang disampaikan Prof Wasilah Sahabuddin adalah perencenaan membuka fakultas Sains dan Teknologi.

"Kami juga sedang melakukan riset persiapan satu fakultas bidang umum untuk persiapan UIN yakni Sains dan Teknologi," kata Guru Besar Ilmu Arsitektuk UIN Alauddin Makassar itu.

Dirinya menegaskan bahwa pencapaian STAIN Majene pada usianya yang 9 tahun tidak terlepas dari kerja sama seluruh civitas academica maupun stakeholder terkait, termasuk Pemprov Sulbar. ***