POJOKSULSEL, GOWA - Puncak Dies Natalis ke-58 UIN Alauddin Makassar, di Auditorium Kampus 2, Kabupaten Gowa, dihadiri dua orang Dirjen Kemenag RI, Senin (13/11/2023).
Dua Dirjen Kemenag RI yang hadir adalah Dirjen Pendis Prof H Muhammad Ali Ramdhani mewakil Menag RI. Ada juga Dirjen Bimas Prof H Kamaruddin Amin yang juga guru besar UIN Alauddin Makassar.
"Ini barusan dies natalis dua Dirjen bersamaan hadir. Ini sangat spesial ini, dies natalis kita pada tahun ini," kata Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis dalam sambutannya.
Baca Juga: Keren Nih! Pemkot Parepare Tertinggi Nasional Imunasi TT Ibu Hamil
Dies Natalis UIN Alauddin Makassar juga dihadiri oleh Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Totok Imam Santoso dan Wakil Bupati Wajo Amran.
"Luar biasa ini. Nda nyangka Pak Dr Totok bisa hadir ini. Pak Panglima. Apalagi beliua hadir bersama dengan jajarannya," kata Prof Hamdan Juhannis.
Ketua PWNU Sulsel Prof KH Hamzah Harun Al Rasyid dan Ketua PW Muhammadiyah Sulsel Prof H Ambo Asse. Keduanya adalah guru besar UIN Alauddin Makassar.
Baca Juga: Utsawa Dharma Gita Resmi Dibuka, IDP Apresiasi Peran Aktif Umat Hindu di Luwu Utara
Tidak hanya hadir juga Rektor PTKIN, masing-masing Rektor IAIN Bone Prof Sahabuddin, Rektor IAIN Palopo Dr Abbas Sangaji, Dr IAIN Parepare Dr Hannani, Rektor IAIN Sorong Hamzah Khaeriyah, dan Ketua STAIN Majene Prof Wasilah.
Pada kesempatan itu, Prof Hamdan Juhannis, dengan penuh bangga berbagi sejumlah pencapaian yang telah berhasil diraih selama masa kepemimpinannya.
Di awal periode kedua, ia menyoroti tercapainya Pancacita, sebuah visi yang mereka gendong sejak awal periode pertama. Hasilnya sangat memuaskan, terutama dalam hal akreditasi program studi.
Baca Juga: Selamat! Dawita Rama Terpilih Jadi Ketua Presidium PMKRI Makassar
Data menunjukkan bahwa dari 66 program studi yang mereka miliki, hampir setengahnya sudah meraih akreditasi A atau tingkat unggul, sedangkan sisanya memiliki akreditasi B dan baik sekali, tanpa lagi ada akreditasi C, kecuali pada prodi baru yang sedang dalam proses akreditasi minimal.
Sebagai Rektor, dirinya memiliki optimisme yang tinggi, bahwa angka ini akan terus bergerak menuju unggul dalam beberapa tahun ke depan.
"Prodi-prodi kita sekarang ini sedang bergeliat untuk mencapai hasil yang maksimal. Saya paham betul bahwa dalam setiap prodi, terdapat pejuang-perjuang borang yang tidak kenal lelah dan tidak pernah menunggu imbalan," pesannya.
Selain itu, dalam upaya mengakselerasi akreditasi institusi yang sekarang terakreditasi A, pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan untuk mengkonversi menjadi unggul pada awal tahun depan.
"Insyaallah, dari assessmen lembaga penjamin mutu kita, konversi akreditasi unggul akan kita capai selama kita bersinergi," tuturnya.
Cita kedua yang juga layak untuk disampaikan pada Dies Natalis ke-58 ini, lanjut Penulis Buku Melawan Takdir ini adalah moderasi beragama yang mengakar.
Baca Juga: RSUD Andi Makkasau Parepare Komitmen Beri Pelayanan Maksimal, Menghadirkan Inovasi APM
"UIN Alauddin Makassar telah berulang kali melakukan pelatihan moderasi beragama mulai dari level pimpinan sampai kepada mahasiswa, bahkan menjadi Perguruan Tinggi yang pertama kali yang melakukan ToT kerjasama dengan PUSDIKLAT Kemenag," jelasnya.
Selain mengadakan ToT, pihaknya juga telah melakukan orientasi pelopor moderasi beragama yang diikuti oleh beberapa dekan dan unsur pimpinan yang lain.
"Kita telah mengadakan pelatihan moderasi beragama kepada dosen-dosen muda, semua ini dilakukan sebagai bentuk dukungan penuh kepada Kemenag RI yang telah diserahi amanah oleh negara untuk memassifkan gerakan moderasi beragama kepada anak-anak bangsa Indonesia," jelasnya lagi.
Baca Juga: RSUD Andi Makkasau Parepare Komitmen Beri Pelayanan Gizi Terbaik bagi Pasien
Cita lain yang juga sedang membumi di kampus adalah kata Prof Hamdan Juhannis publikasi yang aktif.
"Semua elemen kampus terus bergerak mempublikasikan ide-ide cemerlang dan hasil-hasil penelitian mereka dalam bentuk artikel, baik yang berskala nasional maupun pada jurnal internasional bereputasi. Salah satu indikatornya adalah trend jumlah Guru Besar kita mengalami peningkatan yang signifikan," imbunya.
Prof Hamdan Juhannis mengungkapkan, saat ini, jumlah Guru Besar sebanyak 70 orang dari total jumlah dosen 789 orang. Ia menargetkan jumlah guru besar bisa berrambah menjadi 75 di akhir tahun ini.
Baca Juga: Bupati Indah Ajak Nakes di Luwu Utara Terus Benahi Sistem Kesehatan
"Jumlah ini bisa menjadi modal sosial yang jika dikapitalisasi maka akan melahirkan energi terbarukan, energi yang bisa membangkitkan gairah untuk memajukan kampus sekaligus menjayakan bangsa. Ilmu Guru Besar adalah ilmu yang terus terbarukan," katanya.
Tak hanya itu, tambah Prof Hamdan Juhannis satu prestasi membanggakan bagi keluarga besar UIN Alauddin Makassar yaitu penghargaan sebagai Pengelola Badan Layanan Umum (BLU) berkinerja terbaik dari Menteri Keuangan.
"UIN Alauddin Makassar menjadi satu-satunya PTKIN di Indonesia yang mendapatkan penghargaan dari Menkeu. Prestasi inilah menjadi dasar didorongnya UIN Alauddin Makassar sebagai salah satu dari 6 UIN se-Indonesia untuk bertransformasi menjadi PTNBH," pungkasnya.
Selain itu, dalam pengelolaan Beasiswa KIP, UIN Alauddin Makassar juga masuk dalam deretan pengelola terbaik nasional tingkat Kementerian Agama RI. ***




