POJOKSULSEL, GOWA - UIN Alauddin Makassar menggelar Rapat Senat Luar Biasa Pengukuhan Guru Besar di Gedung Auditorium Kampus 2, Jalan HM Yasin Limpo, Kabupaten Gowa, Rabu (21/2/2024).
Ada tiga guru besar UIN Alauddin Makassar yang dikukuhkan masing-masing:
Prof Dr Ir H Muh Basir S Paly MS adalah guru besar dalam bidang ilmu peternakan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar.
Baca Juga: Bahtiar Baharuddin Pimpin Gerakan Tanam Bibit Pisang Cavendish di Parepare, Ini Harapannya
Prof Dr Hj Misykat Malik Ibrahim MSi adalah guru besar dalam bidang penelitian dan evaluasi pendidikan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar.
Prof Dr Muhammad Yusuf SAg MPdI adalah guru besar dalam bidang ilmu tafsir Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar.
Prof Muh Basir S Paly menyampaikan pidato guru besar berjudul Mendefinisikan Peternakan yang Berbasis Islami.
Baca Juga: Daftar 10 TPS yang Akan Gelar PSU di Kota Makassar, Terbanyak di Kecamatan Rappocini
Prof Muh Basir S Paly mengatakan, terdapat 6 surah bertema ternak dan lebih 200 ayat, serta ratusan hadis yang menguraikan tentang peternakan.
Menurutnya ada dua tujuan berternak secara islami, yakni menyediakan pangan yang halal dan baik dan menyediakan hewan persembahan seperti akikah.
Karena itu, Prof Muh Basir S Paly mendefinisikan peternakan secara islami adalah upaya mempertemukan ternak dengan habitatnya.
"Tempat tinggal yang menyediakan pakan yang cukup dan lingkungan yang kondusif. Agar hewan aman dan nyaman melakukan produksi dan reproduksi baik kuantitas maupun kualitas," kata Prof Muh Basir S Paly.
Sementara itu, Prof Misykat Malik Ibrahim memaparkan pidato pengukuhan guru besar berjudul Literasi Assessment di Perguruan Tinggi Suatu Kontekstualisasi Penilaian Otentik di Era Digital.
Pada kesempatan itu, Prof Misykat Malik Ibrahim menguraikan tiga hal dalam pidato pengukuhan guru besarnya.
Pertama tentang bagaimana peran literasi assesment di Perguruan Tinggi
Kemudian tentang penilaian otentik dalam konteks literasi assessment. Terkhir tentang bagaimana sebenarnya rekontekstualisasi penilaian otentik di era digital.
Baca Juga: Berikut 3 Contoh Surat Lamaran Kerja untuk Berbagai Profesi, Yuk Disimak!
Sementara itu, Prof Muhammad Yusuf membawakan pidato pengukuhan guru besar berjudul Dialog Teks dan Konteks untuk Pembacaan Produktif.
Prof Muhammad Yusuf menekankan pentingnya pendekatan baru dalam studi tafsir Al-Quran yang menggabungkan pemahaman teks secara mendalam dengan aplikasi kontekstualnya di era modern, untuk menciptakan pemahaman yang lebih produktif dan relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini. ***




