POJOKSULSEL, MAROS - Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maros hingga akhir Mei 2026 telah mencapai sekitar Rp140 miliar atau 40 persen dari target tahunan sebesar Rp347 miliar.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Maros, M Ferdiansyah, optimistis capaian tersebut akan terus meningkat dalam beberapa bulan ke depan. Ia berharap realisasi PAD pada pertengahan tahun ini dapat menembus angka 50 persen.
"Semoga bulan depan sudah mencapai 50 persen," ujarnya usai mengikuti rapat evaluasi PAD di Ruang Rapat Marusu, Kantor Bupati Maros, Rabu 17/6/2026).
Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, mengatakan capaian PAD saat ini masih berada pada jalur yang telah ditetapkan pemerintah daerah. Menurutnya, pada semester pertama tahun 2026, realisasi PAD minimal harus mencapai 50 persen dari target tahunan.
Namun demikian, hasil evaluasi menunjukkan masih ada sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang perlu meningkatkan kinerja dalam mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan daerah.
Dua OPD Pemkab Maros yang mendapat perhatian khusus yakni Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan baru mampu merealisasikan PAD sebesar Rp167 juta atau 25,80 persen dari target Rp650 juta. Dengan demikian, masih terdapat kekurangan sekitar Rp482 juta yang harus dikejar hingga akhir tahun.
Muetazim menilai sektor pertanian masih memiliki potensi untuk meningkatkan kontribusi terhadap PAD. Salah satunya melalui pemanfaatan blower yang dapat dijadikan sumber pendapatan daerah apabila didukung fasilitas penampungan yang memadai untuk mengurangi debu dan kebisingan.
Selain itu, pendapatan dari sewa Barang Milik Daerah (BMD) juga menjadi tantangan tersendiri karena sebagian peralatan yang dimiliki pemerintah daerah sudah tidak lagi beroperasi.
Sementara itu, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan baru membukukan PAD sekitar Rp978 juta atau 22,50 persen dari target Rp4,3 miliar. Artinya, masih diperlukan tambahan pendapatan sekitar Rp3,3 miliar untuk memenuhi target hingga akhir tahun.
Baca Juga: Tasming Hamid Tekankan Disiplin Pegawai, ASN Malas Akan Berdampak ke TPP
Menurut Muetazim, rendahnya daya beli masyarakat turut memengaruhi capaian pendapatan pada sektor tersebut. Di samping itu, sejumlah sarana dan prasarana juga membutuhkan perbaikan dan pemeliharaan, terutama fasilitas yang terdampak banjir.
Di tengah tantangan yang dihadapi sejumlah OPD, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi justru mencatatkan kinerja terbaik. Dari target PAD sebesar Rp100 juta, dinas tersebut telah merealisasikan pendapatan sebesar Rp122 juta atau mencapai 122 persen dari target yang ditetapkan.
Pemerintah Kabupaten Maros berharap seluruh OPD dapat terus berinovasi dan memaksimalkan potensi pendapatan yang dimiliki agar target PAD tahun 2026 sebesar Rp347 miliar dapat tercapai sesuai rencana. ***




