MAROS, SULSEL.POJOKSATU.id - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Maros menargetkan penerimaan pajak daerah sebesar Rp277 miliar pada 2027. Target ini meningkat Rp21 miliar dibandingkan target tahun 2026 yang mencapai Rp256 miliar.

Kepala Bapenda Maros, M Ferdiansyah, mengatakan peningkatan target tersebut akan dikejar melalui optimalisasi potensi pajak daerah yang selama ini belum tergarap maksimal.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), terutama di kawasan komersial yang dinilai masih memiliki potensi penerimaan untuk dioptimalkan.

“Kawasan komersial seperti Pergudangan 88 menjadi salah satu sasaran utama. Di sana masih banyak lokasi yang belum pernah disesuaikan potensinya,” ujar Ferdiansyah usai penandatanganan berita acara penetapan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2027 sektor pajak dan retribusi, di Kantor Bupati Maros, Selasa (20/10/2026).

Selain target penerimaan pajak, Pemerintah Kabupaten Maros (Pemkab Maros) juga memproyeksikan PAD mencapai Rp420 miliar pada 2027.

Sekretaris Daerah Kabupaten Maros, Andi Davied Syamsuddin, mengatakan pemerintah daerah akan lebih dahulu memaksimalkan potensi pajak yang sudah ada sebelum mempertimbangkan penerapan jenis pajak baru.

Menurutnya, berbagai inovasi dalam pengelolaan pendapatan daerah diharapkan mampu meningkatkan proyeksi potensi, target, hingga realisasi penerimaan.

“Ada berbagai inovasi yang diluncurkan Bapenda Maros sehingga proyeksi potensi, target, hingga realisasi bisa meroket secara signifikan,” tutur Davied.

Ia menjelaskan, upaya optimalisasi pendapatan daerah menjadi semakin penting seiring berkurangnya alokasi dana transfer dari pemerintah pusat. Pada periode 2024 hingga 2026, APBD Kabupaten Maros tercatat mengalami penyusutan hingga 11,8 persen.

Karena itu, penguatan kemandirian fiskal melalui optimalisasi pajak dan retribusi daerah menjadi salah satu langkah yang ditempuh Pemkab Maros untuk menjaga kapasitas keuangan daerah.

Dengan target penerimaan pajak sebesar Rp277 miliar dan PAD Rp420 miliar pada 2027, Pemkab Maros berharap potensi pendapatan yang belum tergarap dapat dioptimalkan untuk mendukung kebutuhan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.