POJOKSULSEL, TANA TORAJA - Budaya dan tradisi luhur Tana Toraja dititipkan kepada Danny Pomanto untuk menjaga dan merawatnya jika terpilih jadi Gubernur Sulsel pada Pilgub Sulsel 2024. Harapan itu disampaikan tokoh adat Tana Toraja, Stefanus Malongan.
Harapan itu disampaikan Stefanus Malongan dalam kampanye dialogis di Tongkonan Bunto to Pasa, Sanggalla, Kabupaten Tanah Toraja, Jumat (8/11/2024).
Kunjungan Danny Pomanto di Tana Toraja meruapakan rangkaian kampanye Pilgub Sulsel. Calon Gubernur Danny Pomanto berpasangan dengan Calon Wakil Gubernur Azhar Arsyad pada Pilgub Sulsel ini. Danny Pomanto-Azhar Arsyad menggunakan tagline DIA Save Sulsel.
Baca Juga: Sirui Menre Tessirui No’: Filosofi Kehidupan Bugis Merawat Semangat Kebersamaan dan Solidaritas
Yah, Sulsel harus diselamatkan, salah satunya agar keberlangsungan budaya dan tradisi tetap lestari. Warga Tana Toraja pun menitipkan harapan itu pada Danny Pomanto yang memang diketahui sangat menghargai dan menghormati pelestarian budaya di Sulsel, termasuk Tana Toraja.
Pada kesempatan itu, tokoh adat Tana Toraja, Stefanus Malongan, menitipkan banyak harapan kepada pasangan Danny Pomanto-Azhar Arsyad atau DIA Pilgub Sulsel.
“Kami ingin Tanah Toraja tetap utuh budaya dan tradisinya. Danny Pomanto adalah siri dan harga dirinya Toraja,” ujar Stefanus Malongan di sela silaturahmi Paslon DIA dia Sanggalla Tana Toraja.
Baca Juga: Rapat Panitia Aljunaidiyah Futsal Tournament, Dirangkaikan Yasinan dan Doa Bersama
Termasuk agar nilai-nilai leluhur tetap terpelihara, baik di Tana Toraja maupun di wilayah lain yang banyak dihuni oleh orang Toraja.
Sebagai simbol aspirasi dan harapan tersebut, Stefanus Malongan memberikan cendera mata berupa miniatur rumah tongkonan kepada Danny Pomanto.
“Rumah tongkonan ditopang oleh beberapa tiang, yang bermakna sebagai tiang-tiang yang mempersatukan. Kami berharap adat leluhur kami tetap dipelihara,” jelas Stefanus Malongan.
Baca Juga: ACE Parepare Berkomitmen Wujudkan Peduli Lingkungan Berkelanjutan
Stefanus Malongan juga meminta agar jika Danny terpilih menjadi gubernur, dia dapat membantu mengembalikan dan melestarikan adat serta tradisi Toraja.
“Kami titipkan adat leluhur kami, tolong dipelihara, dan yang hilang agar dikembalikan,” tutur Stefanus Malongan.
Danny Pomanto, yang merupakan walikota Makassar dua periode, pun menerima aspirasi tersebut dengan baik, dan berkomitmen untuk mendukung pelestarian budaya di Sulawesi Selatan, termasuk tradisi dan adat Toraja.
Danny Pomanto, memuji nilai seni dan filosofi yang terkandung dalam Tongkonan Buttu to Pasa di Sanggalla.
Menurut Danny Pomanto, tongkonan yang dihiasi 100 tanduk kerbau tersebut memiliki makna mendalam dalam budaya Toraja.
Baca Juga: Ini Perintah Pimpinan! Irwan Adnan Imbau Lurah dan Camat Tidak Ganti RT RW di Kota Makassar
“Jika budaya hilang, maka hilang pula jati diri kita. Siapa pun yang tidak menghargai budaya, akan kehilangan segalanya,” tegas Danny Pomanto.
Danny Pomanto berjanji untuk mengembalikan tradisi dan simbol budaya Toraja yang telah hilang, termasuk patung Tedong dan tongkonan yang dihilangkan di beberapa tempat.
Stefanus Malongan merasa bersyukur mendengar paparan Danny Pomanto, khususnya terkait pelestarian budaya dan tradisi Tanah Toraja akan diakomidir DIA jika menahkodai Sulsel. (***)
