POJOKSULSEL, BONE - Petani di Kabupaten Bone menitipkan harapan besar kepada pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel Danny Pomanto - Azhar Arsyad. Petani berharap, pasangan dengan tagline DIA memperjuangkan kesejahteraan hidup mereka.
Harapan besar petani Bone kepada pasangan DIA yang bertarung di Pilgub Sulsel 2024 didengarkan langsung Danny Pomanto dan Azhar Arsyad saat berkampanye di Bumi Arung Palakka, sebutan Kabupaten Bone.
Tak hanya harapan, petani di Bone juga menyampaikan curahan hati alias curhat terkait keluh kesah mereka. Petani di Kecamatan Kahu misalnya, saat bertemu dengan Danny Pomanto, Selasa (16/10/2024).
Petani di Bone itu mengeluhkan harga jual yang rendah. harga jual hasil panen rendah, sementara biaya produksi yang terus meningkat.
Baca Juga: Anwar Jaya Husain Pimpin Komisi III DPRD Jeneponto Tinjau Waduk Karalloe
“Luas area pertanian di Kabupaten Bone cukup besar, tapi kondisi ini belum bisa menyejahterakan petani. Harga gabah masih rendah, padahal biaya produksi cukup mahal,” ungkap Ari, salah satu warga Kahu Bone.
Ari juga menekankan bahwa pemerintah harus hadir membantu petani, baik dalam bentuk bantuan bibit maupun pupuk. Namun, menurutnya, yang lebih penting adalah memastikan harga jual hasil panen yang lebih menguntungkan bagi petani.
“Memberikan bantuan itu memang kewajiban pemerintah, tapi yang lebih penting lagi adalah memperbaiki harga jual hasil panen,” tambahnya.
Menanggapi keluhan ini, Danny Pomanto menegaskan bahwa pemilihan gubernur yang akan digelar pada 27 November 2024 menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk memperbaiki kesejahteraan mereka dengan memilih pemimpin yang tepat.
Baca Juga: PPPK 2024, Andi Darmawan Bintang Angkat Bicara Status TPOP setelah Konsultasi Kemenpan RB
“Ini saatnya kita berusaha mengubah nasib. Petani memiliki hak untuk hidup sejahtera,” ujar Danny Pomanto.
Danny Pomanto juga mengungkapkan pencapaiannya selama menjabat sebagai Wali Kota Makassar, di mana ia berhasil meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Makassar menjadi Rp 1,7 triliun pada tahun 2023, yang berdampak positif pada kesejahteraan warganya.
“Sebelum saya jadi wali kota, pendapatan RT/RW hanya Rp 75 ribu per bulan. Sekarang sudah mencapai Rp 1,2 juta per bulan,” jelas Danny Pomanto.
Di hadapan warga Kahu Bone, Danny Pomanto berjanji akan memberikan perhatian khusus pada kesejahteraan petani, salah satunya dengan memastikan pemerintah membeli hasil panen mereka dengan harga terbaik.
“Pemerintah wajib turun tangan mengintervensi pasar agar harga jual hasil panen tetap stabil dan menguntungkan petani. Jika ini dilakukan, kesejahteraan petani pasti meningkat,” tutup Danny Pomanto.
Keluhan dan harapan petani Bone juga didengarkan Azhar Arsyad yang mengunjungi daerah pelosok di Kabupaten Bone tepatnya di Desa Gaya Baru, Kecamatan Tellu Limpoe.
Perjalanan untuk mencapai desa itu cukup menantang. Azhar Arsyad dan rombongan harus melewati jalan terjal dan berbelok-belok karena berada di wilayah ketinggian atau pegunungan.
Baca Juga: Kapan Awal Musin Hujan di Sulsel? BMKG Jelaskan Peningkatan Suhu Udara
Saat tiba di daerah yang berbatasan dengan Barru dan Soppeng, ratusan orang yang sudah menunggu dan berbondong merapat yang ingin melihat langsung sosok pasangan Calon Gubernur dari Danny Pomanto itu.
Juga turut disambut Wakil Ketua PKB Bone Farel Adywansyah Usman yang juga masyarakat Tellu Limpoe sebagai tuan rumah.
Farel saat diberikan kesempatan berbicara, berkata kalau Azhar Arsyad merupakan satu-satunya orang yang akan memimpin Sulsel yang menginjakkan kaki di Desa Gaya Baru.
Baca Juga: Geladi Persiapan Pelantikan Pimpinan DPRD Parepare Masa Jabatan 2024-2029
“Selama ada gubernur di Sulsel ini, hanya Pak Azhar yang pernah menginjakkan kakinya di Tellu Limpoe ini,” ucap Farel di hadapan masyarakat Tellu Limpoe.
Kata Farel, langkah mendorong Azhar Arsyad ke desanya merupakan contoh pemimpin yang memperlihatkan perjuangan yang nyata.
“Selama ada gubernur di Sulsel ini, hanya pak Azhar yang pernah menginjakkan kakinya di Tellu Limpoe ini. Kita lihat perjuangan beliau naik disini, jalan yang terjal bisa dilewati untuk betul-betul memperlihatkan perjuangan beliau,” lanjut Farel.
Kemudian Farel menyampaikan salah satu masalah yang nyata dihadapi masyarakat setempat yang dititipkan kepada Azhar untuk menghadirkan solusi jika nantinya dilantik sebagai Wakil Gubernur Sulsel.
Baca Juga: Nama-nama Pimpinan DPRD Kota Parepare Periode 2024-2029 yang Dilantik Selasa Besok
“Tentu masyarakat di sini mengharapkan harga-harga jagung dan cengkeh tidak stabil. Dan infrastruktur jalanan dan pendidikan belum merata pembangunannya. Harapan masyarakat hal tersebut bisa diperjuangkan,” harap Farel.
Tak hanya Farel, Ansar salah masyarakat yang kesehariannya sebagai petani di Tellu Limpoe berkata kalau Azhar Arsyad sudah memiliki ‘garis tangan’ untuk memimpin Sulsel.
“Mudah-mudahan bisa memimpin dengan baik. Beliau sudah punyami garis tangan untuk memimpin kita,” ucap Ansar.
Sementara warga lainnya, Maddareng yang juga sebagai petani mengatakan mencari pemimpin yang pro terhadap petani.
“Ini yang kami pilih yang mengerti persoalan petani,” singkat Maddareng.
Kemudian, di awal saat Azhar Arsyad berbicara dengan masyarakat menyampaikan edukasi politik dan bagaimana sebenarnya menilai pemimpin yang bisa diharapkan.
Baca Juga: Alasan Isra Bertekad Ikut Seleksi PPPK 2024 Pemprov Sulsel Setelah 19 Tahun Jadi Tenaga TPOP
“Biasanya itu politik dipandang enteng oleh masyarakat. Padahal politik ini akan kembali pada diri kita sendiri. Hadirnya saya di sini tidak menjadi masalah kalau jaraknya jauh, pemimpin yang baik memperlihatkan dirinya di hadapan masyarakat,” ucap Azhar Arsyad di hadapan ratusan masyarakat Tellu Limpoe.
Selain itu, Azhar Arsyad mendengar dan menanggapi dengan jelas terkait masalah yang dihadapi masyarakat Tellu Limpoe.
“Saya melihat, masalah yang nyata juga kita di sektor pertanian, kita akan menyelesaikan harga pertanian yang dipermainkan oleh pemerintah yang tidak bertanggungjawab,” jelas Azhar.
Tak hanya disektor pertanian, Tellu Limpoe juga diperhadapkan dengan tidak meratanya saluran peningkatan pendidikan. Walaupun Tellu Limpoe berada di pegunungan Kabupaten Bone, pendidikan mesti terdistribusi secara merata.
Kata Azhar, tidak ada alasan untuk pendidikan bisa diakses secara merata. Apalagi sudah ada APBD yang sudah ditetapkan oleh Provinsi untuk peningkatan kualitas pendidikan di Sulsel.
Baca Juga: Petugas Pengairan se Sulawesi Selatan Demo Gegara Seleksi PPPK 2024
“Salah satu masalah terbesar adalah pendidikan. Sebenarnya ada anggaran yang tetap untuk distribusi pendidikan, namun tidak dirasakan secara merata di desa. Makanya tagline saya save Sulsel, yaitu menyelamatkan Sulsel. Banyak APBD yang tidak dikelola dengan baik. Contoh Pemprov sekarang banyak meninggalkan hutang yang mengakibatkan kesenjangan di masyarakat,” terang Azhar Arsyad.
Atas dasar itu, Azhar dengan tenang menyampaikan kepada masyarakat untuk berjuang bersama menyelamatkan Sulsel.
Azhar mengingatkan masyarakat untuk memilih pemimpin yang nyata menentukan arah masa depan masyarakat, bukan malah mementingkan dirinya sendiri ataupun sanak keluarganya.
“Sehingga mari kita berjuang bersama menyelamatkan Sulsel. Mari kita memilih pemimpin yang bisa menentukan arah masyarakat bukan hanya mementingkan pribadi atau keluarganya sendiri,” pungkas Azhar Arsyad yang disambut tepuk tangan meriah masyarakat Tellu Limpoe. (***)
