POJOKSULSEL, MAKASSAR - Awal musim hujan di Sulawesi Selatan (Sulsel) akan bervariasi pada setiap wilayah.

Kepala Bidang Data dan Informasi Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah IV Makassar, Hanafi Hamzah memberikan penjelasan terkait awal musim hujan di Sulsel.

Hanafi Hamzah mengatakan, awal musim hujan di Sulsel biasanya lebih dulu terjadi di wilayah sebelah utara.

Baca Juga: Alasan Isra Bertekad Ikut Seleksi PPPK 2024 Pemprov Sulsel Setelah 19 Tahun Jadi Tenaga TPOP

"Wilayah Toraja Utara, kemudian Pinrang, kemudian Enrekang adalah wilayah lebih dulu memasuki musim hujan," kata Hanafi Hamzah.

Sedang di Kota Makassar, musim hujan diperkirakan akan terjadi pada dekade ketiga bulan Oktober atau dekade kedua bulan November.

"Jadi kondisi kita pada saat ini, pada bulan September memasuki Oktober secara umum di Sulawesi Selatan masih dalam kodisi musim kemarau," ungkapnya.

Baca Juga: DPRD Sulsel Diminta Fasilitasi 1.300 Tenaga TPOP Bisa Ikut Seleksi PPPK 2024

Lebih dijelaskan Hanafi Hamzah, hujan yang terjadi di beberapa daerah di Sulawesi Selatan saat ini, belum bisa masuk kategori musim hujan.

Meskipun, di beberapa bagian terutama daerah pegunungan, sudah mulai turun hujan.

"Tetapi itu pun belum bisa dikatakan bahwa kemarau segera berakhir," katanya.

Baca Juga: BKD Sulsel Minta Pendaftar PPPK 2024 Perhatikan 3 Hal Sebelum Submit. Non ASN Wajib Baca!

Ia mengatakan, sebuah kondisi bisa dikatakan memasuki musim hujan, jika curah hujan dalam satu dekade atau sepuluh harian lebih 50 mm.

"Kemudian diikuti oleh dekade-dekade selanjutnya dalam kurun dangan jumlah curah hujan yang sama lebih dari 50 mm," ungkapnya.

"Ini kondisi sekarang belum ada yang terlihat. Memang sudah ada beberapa bagian dari wilayah kita sudah mulai hujan," kata Hanafi Hamzah.

Pada kesempatan sama, Hanafi Hamzah mengatakan, jika suhu udara masih dalam batas normal.

Meskipun suhu udara pada bulan September dan Oktober memang ada sedikit kenaikan dengan maksimal 34 derajat celcius.

Baca Juga: Nama-Nama Pemenang Undian 24 Unit Sepeda Jalan Sehat HUT Sulsel ke 355. Cek di Sini!

Kenaikan suhu udara, kata dia, dipengaruhi oleh lintasan matahari menuju kulminasi belahan bumi bagian Selatan.

"Ini memang lumrah terjadi pada saat penjawaran daripada lintasan matahari kita menuju titik kulminasi belahan bumi selatan pada tanggal 22 Desember 2024 ini," ungkap Hanafi Hamzah.

***