POJOKSULSEL, MAKASSAR - Ibarat menyusun puzzle yang dicocokkan setiap sudut untuk disambungkan. Puzzle yang bertemu dengan pasangan yang tepat akan menjadi pola yang tepat. Bangunan puzzle akan terbentuk sesuai model. Begitu juga dengan Pilkada Bone 2024.

Pilkada Bone 2024 yang merupakan ajang perang canradimuka tanpa incumbent menjadi sangat menarik. Beberapa figur atau kandidat mulai bermunculan akan meramaikan pertarungan.

Pilkada Bone 2024 akan semakin menarik karena ajang pesta demokrasi pilkada di seluruh Indonesia, termasuk Sulawesi Selatan (Sulsel), digelar bersamaan. Pilkada Bone digelar bersamaan dengan Pilgub Sulsel 2024.

Baca Juga: Petani Terdaftar Bisa Tebus Pupuk Bersubsidi di Kios Resmi

Kenapa Pilkada Bone 2024 menjadi menarik? Berdasarkan data Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang ditetapkan KPU Sulsel, DPT di Kabupaten Bone menjadi yang terbanyak kedua di Sulsel dengan jumlah 587.777 jiwa.

Angka DPT di Kabupaten Bone di bawah Kota Makassar sebanyak 1.036.941 jiwa. Urutan ketiga DPT terbanyak di Sulsel ditempati Kabupaten Gowa sebanyak 561.624 jiwa.

Angka-angka itulah yang menjadi daya tarik puzzle figur untuk dicocokkan di Pilkada Bone semakin menarik disambungkan benang merahnya dengan pertarungan di Pilgub Sulsel 2024. Total suara yang diperebutkan di Pilgub Sulsel 2024 sebanyak 6.670.582 pemilih.

Baca Juga: Ratusan Tenaga PPPK di Maros Terima SK, Diingatkan Jangan Gadaikan untuk Kredit Konsumtif

Diketahui, dalam beberapa pertarungan Pilgub Sulsel, tiga daerah selalu menjadi pertarungan seru dengan tarikan geopolitik figur dan jumlah DPT-nya, yakni Makassar, Gowa, dan Bone. Tanpa mengesampingkan daerah lain, suara di tiga daerah pemilik suara terbesar menjadi pertarungan di Pilgub Sulsel.

Alasan itulah kemudian yang menjadi menarik dalam pertarungan, salah satunya di Pilkada Bone 2024. Pascalebaran Idul Fitri kemarin, beberapa figur mulai menjadi pembicaraan. Termasuk perantau yang mudik ke Bone untuk mengetahui perkembangan politik di daerahnya.

Dari beberapa figur yang mulai santer disebut, bahkan sudah memasang alat sosialisasi perkenalan diri berupa baligho dan spanduk, datang dari berbagai kalangan. Birokrasi, akademisi, dan politisi.

Baca Juga: 3 PTKIN Raih Akreditasi Unggul pada Awal Tahun 2024, Berkah Ramadhan dan Kado Idul Fitri

Kalangan birokrat misalnya, yang santer disebut akan maju bertarung di Pilkada Bone 2024 di antaranya, Penjabat Bupati Bone Andi Islamuddin, Kepala Dinas Pariwisata Andi Pomal Pawi, Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Pertanian Andi Asman, dan mantan staf ahli Bidang Hukum dan Politik Setda Bone Andi Ikhwan Burhanuddin.

Politisi yang disebut juga akan maju bertarung di Pilkada Bone 2024, di antaranya politikus Partai Golkar Andi Rio Padjalangi (anggota DPR RI), politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Andi Akmal Pasluddin (anggota DPR RI), dan politikus Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Andi Muh Salam Lilo AK (anggota DPRD Bone).

Sementara di kalangan akademisi muncul nama dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone Dr Rahmatunnair. Rahmatunnair yang juga menjabat sebagai ketua Tanfidziyah Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bone.

Selain Rahmatunnair, juga santer disebut nama Dr Andi Singkeru Rukka, yang juga merupakan akademisi dari IAIN Gorontalo. Nama akademisi dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Dr H Samanhudi Muharram juga disebut-sebut akan meramaikan kontestasi Pilkada Bone 2024.

Pertarungan bebas di Pilkada Bone 2024 dengan tanpa incumbent akan semakin menarik dengan bersamaan digelarnya Pilgub Sulsel 2024. Kabupaten Bone tentunya menjadi perhatian dijadikan lumbung suara bagi kandidat yang bertarung di Pilgub Sulsel 2024.

Baca Juga: Idrus Marhan Berpandangan MK Bakal Tolak Permohonan Paslon 01 dan Paslon 03 Hingga Minta Perhatikan 2 Rekomendasi Ini

Para desainer politik tentunya menjadikan itu sebagai salah satu pertimbangan. Suara pemilih di Kabupaten Bone dengan jumlah 587.777 jiwa, terbanyak kedua setelah Makassar, tentu tidak bisa diabaikan.

Sementara di Pilkada Bone 2024, melihat latar belakang para kandidat yang santer disebut akan maju, diprediksi akan bersaing ketat. Dari kalangan birokrat misalnya, semua berpengalaman. Andi Ikhwan Burhanuddin, yang akrab disapa Puang Bau, merupakan mantan birokrat yang sudah malang melintang di beberapa dinas di Pemkab Bone.

Andi Ikhwan Burhanuddin pernah menjabat sebagai kepala Dinas Pariwisata, Dinas PU, Dinas Perdagangan, Dinas Tarkim dan kepala BKKBN. Juga pernah menjadi camat. Andi Ikhwan Burhanuddin juga dikenal sebagai entrepreneur dengan menggerakkan beberapa usaha di Bone.

Baca Juga: Sosok Andi Alief Magalih Putra Syahrir, Inisiator Pembuatan Buku Muda-Mudi Bercerita

Andi Promal Pawi juga dikenal sebagai birokrat berpengalaman. Andi Promal Pawi yang kini menjabat sebagai kepada Dinas Pariwisata dirintis dari karir yang panjang sebagai birokrat. Mulai dari tingkat kelurahan, beberapa kali jadi camat, dan beberapa kepala dinas yang bernah dijabatnya.

Andi Promal Pawi juga kini menjabat sebagai ketua Ikatan Alumni (IKA) Universitas Unhas (Unhas) Bone. Perjalanan karirnya di birokrat juga mentereng.

Begitu juga dengan Andi Islamuddin, yang sekarang menjabat sebagai penjabat bupati Bone. Karir birokrasinya juga dirintis dari bawah. Pernah menjabat sebagai camat di beberapa kecamatan, kepala dinas, hingga terakhir sebelum diamanahkan sebagai penjabat bupati Bone, Andi Islamuddin, menduduki jabatan sebagai sekretaris daerah (sekda) Bone.

Baca Juga: Respons Akreditasi Unggul UIN Alauddin Makassar, Idrus Marham Minta Alumni Jaga 3 Penampilan

Dari kalangan politisi yang akan maju di Pilkada Bone 2024 juga tidak kalah menterang. Andi Rio Padjalangi dan Andi Akmal Pasluddin, adalah dua politisi senior yang wara wiri di Senayan sebagai anggota DPR RI. Namun sayang, keduanya gagal terpilih kembali di Pileg 2024 ini. Tentunya, keinginannya maju di Pilkada Bone 2024 menjadi hal baru di Pilkada Bone. Ada kandidat dari politisi bone yang sudah bermain di kancah nasional.

Politikus muda Andi Muh Salam Lilo AK juga memiliki popularitas, utamanya di kalangan anak muda di Bone, yang pemilihnya mayoritas. Pada Pileg 2024, Andi Muh Salam Lilo AK terpilih kembali sebagai anggota DPRD dari Partai Nasdem. Andi Muh Salam Lilo AK terpilih kembali di Dapil 1 dengan suara di atas 5.000. Suara yang cukup signifikan.

Selanjutnya di kalangan akademisi juga mereka yang sudah populer di Bumi Arungpalakka. Dr Rahmatunnair, selain kiprahnya yang sudah berkarir dari awal di IAIN Bone, juga diberi kepercayaan sebagai ketua Tanfidziyah PCNU Bone. Jejaring PCNU di Bone sudah dibentuk hingga tingkat kecamatan dan desa.

Dr Rahmatunnair juga aktif membina organisasi kepemudaan di Bone, seperti organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan organisasi kepencintaalaman.

Dr Andi Singkeru Rukka yang beberapa tahun terakhir ini banyak beraktivitas di Bone dengan memfokuskan diri pada aktivitas budaya dan gerakan sosial di Bone. Dr Andi Singkeru Rukka menginisiasi beberapa gerakan sosial, di antaranya Forum Bersama (Forbes) Antinarkoba Bone, gerakan budaya, termasuk menginisiasi percepatan pembangunan rumah adat di Bone.

Saatnya pemilih di Bone memiliki banyak pilihan untuk mencari dan menemukan mana yang terbaik memimpin Bone lima tahun mendatang. Pertanyaan selanjutnya, bagaimana persaingan kandidat yang akan maju melalui jalur politik?

Baca Juga: UIN Alauddin Makassar Miliki 10 Prodi Terakreditasi Unggul dan 12 Prodi Terakreditasi A, Berikut Daftar Lengkapnya

Jika yang dipakai dasar partai politik mengusung kandidat di Pilkada Bone 2024 adalah hasil Pileg 2024, maka akan semakin menarik tarik menarik puzzle partai. Pasalnya, tidak ada partai yang memeroleh kursi dominan atau bisa mengusung sendiri.

Komposisi kursi 45 anggota DPRD Bone hasil Pileg 2024 tidak ada partai yang memeroleh sembilan (9) kursi yang biasa mengusung pasangan calon. Semua partai harus menarik teman koalisi.

Komposisi kursi DPRD Bone hasil Pileg 2024, Partai Gerindra mendapat kursi terbanyak dengan delapan (8) kursi. Disusul oleh PKB dengan sebanyak tujuh (7) kursi. Partai Golkar mendapat enam (6) kursi.

Baca Juga: Ketua Pernefri Korwil Sulawesi Supervisi di RS Andi Makkasau Parepare

PPP meraih lima (5) kursi, Partai Demokrat mendapat empat (4) kursi, Partai Nasdem empat (4) kursi, PKS meraih empat (4) kursi, PAN mendapat tiga (3) kursi, PDIP dua (2) kursi, Partai Hanura satu (1) kursi, Partai Perindo satu (1) kursi.

Partai Gerindra mendapat suara dan kursi terbesar dengan delapan (8) kursi, namun tetap harus mencari satu partai lain sebagai koalisi untuk mencukupkan batas 20 persen (dari 45 kursi) atau sembilan (9) kursi dukungan.

Komposisi suara partai ini tentunya membuat para kandidat yang akan maju melalui jalur partai harus melakukan lobi dan pendekatan untung mendapatkan kesempatan dukungan dari beberapa partai. Minimal dua partai pengusung.

Baca Juga: Hanya UIN Alauddin Makassar di KTI, Berikut Daftar 9 PTKIN Akreditasi Unggul

"Pemegang Rinci" partai tentu tidak serta merta akan memberikan suara atau kursinya untuk kandidat tertentu. Semua harus melalui seleksi dan pertimbangan mendalam, siapa yang paling pantas dan siapa yang akan menang. Tidak ada partai yang mau kalah dalam pertarungan, semua ingin menang.

Selamat bertarung untuk Bone yang lebih baik. ***