POJOKSULSEL, BONE - Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel Danny Pomanto - Azhar Arsyad mendapat sambutan hangat dari warga di Kabupaten Bone. Tak hanya itu, Calon Bupati Bone Andi Islamuddin menyatakan komitmen untuk jalan bersama.

Andi Islamuddin, yang berpasangan dengan Calon Wakil Bupati Andi Irwandi di Pilkada Bone, mengatakan, pihaknya "Tegak Lurus" ke DIA. Diketahui, Tegak Lurus menjadi tagline pasangan Andi Islamuddin-Andi Irwandi dan DIA merupakan tagline Danny Pomanto-Azhar Arsyad.

Pernyataan Andi Islamuddin, yang merupakan mantan penjabat sementara bupati Bone, disampaikan dalam diskusi politik bersama Azhar Arsyad di salah satu warung kopi di Jalan Beringin, Kota Watampone, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Selasa (15/10/2024).

Andi Islamuddin sebagai pembicara penutup kemudian dengan mengatakan kalau Kabupaten Bone dan Provinsi Sulsel harus di Tegak Luruskan oleh DIA.

Baca Juga: Diduga Tak Miliki Izin, DPRD Makassar Bakal Sidak Mie Gacoan Alauddin

“Kita sama mewakafkan diri untuk Bone dan Pak Danny-Azhar mengabdikan diri di Provinsi Sulsel,” kata Andi Islamuddin.

Bersatunya pasangan Tegak Lurus, Andi Islamuddin-Andi Irwandi, dan pasangan Danny Pomanto-Azhar Arsyad (DIA) tentunya menjadi amunisi tambahan bagi keduanya. Pasangan Tegak Lurus, yang juga bisa memakai akronim JADI, mendapat nomor urut 2 di Pilkada Bone. Sementara pasangan DIA di Pilgub Sulsel mendapat nomor urut 1.

Kolaborasi Tegak Lurus-DIA di Pilkada Bone dan Pilgub Sulsel tentunya akan menguntungkan keduanya untuk saling menguatkan. Pasangan Andi Islamuddin-Andi Irwandi merupakan pasangan yang diperhitungkan di Pilkada Bone.

Pantauan diskusi politik di Kota Watampone kemarin, selain dihadiri Azhar Arsyad dan Andi Islamuddin, juga turut hadir jajaran pengurus PKB Bone.

Baca Juga: Nama-Nama Guru Besar Baru Unhas Lintas Bidang Ilmu, 3 di Antaranya Perempuan

Saat diskusi berlangsung, ratusan warga yang terdiri dari pemuda dan masyarakat Watampone mendengarkan dengan seksama gagasan yang disampaikan oleh Azhar Arsyad. Andi Islamuddin juga turut sebagai pembicara pada diskusi tersebut.

Azhar kemudian memperkenalkan anggota DPRD Bone dari Fraksi PKB yang terpilih pada pileg lalu kepada masyarakat Watampone. Kata Azhar Arsyad, tujuannya sebagai pengingatan kembali kalau yang terpenting dalam politik adalah komitmen.

“7 anggota DPRD PKB di Bone saya perlu kenalkan untuk kita sama-sama melihat komitmen mereka. Karena yang penting di politik adalah komitmen,” mengutip saat Azhar berbicara di ruang diskusi bersama masyarakat dan pemuda Watampone.

Kemudian saat diskusi berlangsung, Calon Bupati Bone Andi Islamuddin mengakui kalau tingkat penerimaan masyarakat Bone kepada pasangan Danny-Azhar (DIA) sangat antusias.

Terbukti saat Azhar Arsyad mengunjungi sejumlah titik lokasi di Bone dengan Kecamatan yang berbeda. Adapun Kecamatan yang dikunjungi Azhar, yaitu Tellu Limpoe, Kahu, Cina, Awampone dan terakhir di Watampone.

“Tingkat penerimaan DIA di masyarakat Bone sangat luar biasa, kita lihat respon masyarakat Bone kalau mereka akan mengandalkan DIA. Tidak ada yang mustahil, dan kita akan tutup dengan kemenangan DIA di Bone,” ucap Andi Islamuddin.

Sekda dan Pj Bupati Bone yang mundur karena maju sebagai calon Bupati Bone 2024 – 2029 berpasangan Calon Wakil Bupati Andi Irwandi Natsir dengan tagline All-In “Tegak Lurus” menambahkan tingkat penerimaan masyarakat Bone dari berbagai pertemuan yang dilakukan, menginginkan pemimpin perubahan.

Baca Juga: Kenalkan Tiga Pimpinan Baru DPRD Parepare, Kaharuddin Kadir Kembali Jabat Ketua

“Respons luar biasa untuk Danny – Azhar. Jadi sementara pengamatan saya DIA sudah 30 persen dan itu akan bertambah di Bone,” beber Andi Islamuddin.

Saat masuk di sesi tanya jawab, dua warga Watampone mengutarakan pendapat dan tanggapannya kepada Calon Wakil Gubernur Sulsel Azhar Arsyad dan Calon Bupati Bone Andi Islamuddin tersebut.

Puji, seorang tokoh masyarakat setempat, menyampaikan tanggapannya kalau pasangan DIA di Pilgub memiliki niat baik untuk Sulsel. Puji mengungkapkan niat baik tersebut senada dengan sejarah perjuangan Indonesia yang mengusir penjajah dengan bambu runcing yang telah mengambil harta kekayaan bangsa Indonesia.

“Saya sampaikan kata hati saya, dulu masyarakat NKRI mengusir penjajah pakai bambu runcing, jadi jangan takut melawan orang yang banyak uangnya. Yakin kita bisa menang,” ucap Puji yang sontak disambut tepuk tangan oleh forum diskusi.

Baca Juga: Anwar Jaya Husain Pimpin Komisi III DPRD Jeneponto Tinjau Irigasi Waduk Karalloe

Selain pandangan dari Puji, Reza yang hadir sebagai perwakilan pemuda Watampone menanyakan soal pembagian Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) ke masyarakat oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Kabupaten Bone.

“Bagaimana itu terkait pembagian Alsintan kemarin, katanya ada yang mengaku itu uang pribadi, dari Pak Mentan?” tanya Reza kepada dua pembicara.

Saat pertama menjawab, Azhar Arsyad menerangkan kalau penyalahgunaan kekuasaan sering dimanfaatkan oleh pemimpin yang tidak bertanggungjawab. Namun terkait soal Alsintan, kata Azhar, mesti ada identifikasi fakta terhadap betul atau tidaknya kasus tersebut.

Baca Juga: PPPK 2024, Andi Darmawan Bintang Angkat Bicara Status TPOP setelah Konsultasi Kemenpan RB

“Memang ada itu pemimpin yang menyalahgunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadinya, tapi terkait Alsintan silahkan identifikasi lebih dalam kasusnya,” jawab Azhar Arsyad.

Sedangkan Andi Islamuddin menegaskan kalau memang ada bukti yang membenarkan kalau ada penyalahgunaan kekuasaan soal pembagian Alsintan tersebut.

“Pembagian Alsinta ini tidak sesuai apa yang diucapkannya. Faktanya dipolitisasi mekanisme pembagiannya. Katanya tujuan untuk mensejahterakan rakyat, tapi silahkan kita cek apa yang terjadi saat pembagian alsintan, tidak sesuai yang mereka janjikan,” lugas Andi Islamuddin

Kata Islamuddin, fenomena tersebut merupakan contoh menggunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi yang perlu diluruskan.

“Menggunakan kekuasaan dengan kepentingan pribadinya, ini termasuk pengelolaan pemerintahan yang bengkok-bengkok. Makanya itu harus di Tegak Luruskan oleh DIA,” lanjut Andi Islamuddin.(***)