POJOKSULSEL, JAKARTA - Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) semakin menunjukkan daya saingnya di kancah pendidikan tinggi nasional. Sebanyak 11 UIN berhasil masuk jajaran Top 100 Universitas di Indonesia berdasarkan pemeringkatan Webometrics edisi Juli 2026.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama, Prof. Sahiron, menyebut keberhasilan 11 UIN masuk dalam jajaran 100 besar perguruan tinggi Indonesia merupakan pencapaian penting bagi perkembangan pendidikan tinggi Islam.

Berdasarkan pemeringkatan Webometrics Juli 2026, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi PTKIN dengan peringkat tertinggi dengan menempati posisi ke-22 nasional dan peringkat 1.115 dunia.

Baca Juga: Rincian 21 Saksi Diperiksa Insiden KM Nurul Salsa di Selayar, Polisi Kejar Penyebab Kapal Tenggelam

Di bawahnya terdapat UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang berada di peringkat ke-24 nasional, serta UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di posisi ke-41 nasional.

Delapan PTKIN lainnya, yaitu UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (peringkat 48 dan 1.471 global), UIN Raden Intan Lampung (peringkat 49 dan 1.487 global), UIN Sumatera Utara (peringkat 54 dan 1.618 global).

Kemudian, UIN Sunan Ampel Surabaya (peringkat 64 dan 1.823 global), UIN Sultan Syarif Kasim Riau (peringkat 74 dan 1.958 global).

UIN Raden Fatah Palembang (peringkat 75 dan 1.981 global), UIN Ar-Raniry Banda Aceh (peringkat 79 dan 2.053 global), dan UIN Walisongo Semarang (peringkat 90 dan 2.278 global).

Baca Juga: Hari Anak Nasional, IAIN Bone Serukan Perang Melawan Kekerasan dan Perundungan Anak di Ruang Digital

Menurut Prof. Sahiron, capaian tersebut tidak hanya menjadi ukuran peringkat, tetapi juga menggambarkan meningkatnya kontribusi PTKIN dalam pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, serta penyebarluasan hasil penelitian kepada masyarakat.

Ia menjelaskan, indikator Webometrics menjadi dorongan bagi perguruan tinggi untuk terus memperkuat publikasi ilmiah, memperluas akses pengetahuan, meningkatkan kualitas platform digital, serta memperbesar visibilitas karya akademik di tingkat global.

"Kita tidak boleh cepat berpuas diri. Tantangan pendidikan tinggi ke depan semakin kompleks. PTKIN harus terus meningkatkan kualitas riset, publikasi internasional bereputasi, inovasi, kolaborasi global, penguatan tata kelola digital, serta layanan akademik yang unggul," tegasnya.

Baca Juga: KONI Sulsel Tantang Maros Finis Dua Besar Porprov 2026, Bupati Siapkan Bonus Atlet Emas

Kementerian Agama, lanjut Prof. Sahiron, akan terus mendorong PTKIN menjadi pusat keunggulan (center of excellence) yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga menghadirkan riset dan inovasi yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Ia berharap semakin banyak PTKIN mampu menembus jajaran perguruan tinggi terbaik nasional hingga internasional melalui penguatan tridarma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

"PTKIN harus menjadi pusat pendidikan berkualitas, riset yang berdampak, serta pengabdian yang memberikan manfaat nyata. Dengan semangat kolaborasi dan perbaikan berkelanjutan, saya optimistis semakin banyak PTKIN yang akan bersaing di level dunia," pungkasnya.