JAKARTA, SULSEL.POJOKSATU.id - Dewan Presidium Nasional Ikatan Keluarga Alumni Jogja (DPN IKAJO) merespons musibah kebakaran Asrama Mahasiswa Toraja di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Ketua DPN IKAJO, Andi Rio Idris Padjalangi, menyampaikan keprihatinan kepada mahasiswa Toraja yang terdampak dalam kebakaran asrama di Sleman.
Andi Rio mengajak keluarga besar alumni Yogyakarta memperkuat solidaritas dan kepedulian terhadap mahasiswa Toraja yang terdampak kebakaran asrama di Sleman
Ia menegaskan, mahasiswa perantauan membutuhkan dukungan bersama agar dapat melewati masa sulit dan kembali menjalani aktivitas pendidikan dengan aman.
Andi Rio menekankan bahwa asrama bukan sekadar tempat tinggal bagi mahasiswa, melainkan ruang untuk menuntut ilmu, membangun persaudaraan, dan mempersiapkan masa depan.
"Yogyakarta merupakan rumah bersama bagi generasi muda Nusantara yang datang untuk belajar dan meraih cita-cita," katanya dikutip rilis DPN IKAJO.
Andi Rio mengajak keluarga besar alumni Yogyakarta dan masyarakat luas bergotong royong memberikan dukungan kepada mahasiswa yang terdampak kebakaran.
Bantuan tersebut diharapkan disesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan agar dapat membantu proses penanganan dan pemulihan.
Selain dukungan kemanusiaan, DPN IKAJO mendorong koordinasi antara pengelola asrama, perwakilan mahasiswa Toraja, pemerintah setempat, dan pihak terkait untuk mendata kebutuhan mahasiswa.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar mahasiswa terpenuhi, termasuk kemungkinan penyediaan tempat tinggal sementara serta keberlanjutan pendidikan mereka.
Di sisi lain, DPN IKAJO mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai penyebab kebakaran, dampak kejadian, maupun pihak yang bertanggung jawab.
Informasi mengenai peristiwa tersebut perlu mengacu pada keterangan resmi pihak berwenang agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran di tengah masyarakat.
DPN IKAJO berharap penanganan dan pemulihan pascakebakaran dapat berjalan dengan baik melalui koordinasi seluruh pihak terkait. Dengan demikian, mahasiswa Toraja yang terdampak dapat kembali menjalani aktivitas pendidikan secara aman dan bermartabat.
Andi Rio menegaskan pentingnya menjaga nilai persaudaraan dan kepedulian sebagai bagian dari tanggung jawab bersama, terutama ketika mahasiswa perantauan menghadapi musibah jauh dari kampung halaman.







