JAKARTA, SULSEL.POJOKSATU.id - Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto kembali merombak jajaran kepemimpinan Polri. Dalam mutasi Polri terbaru, tiga jabatan Kapolda berganti dan empat perwira tinggi berpangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) mendapat promosi ke posisi strategis.

Mutasi Polri tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026 tertanggal 10 Oktober 2026. Sebanyak 199 personel, terdiri dari perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen), masuk dalam daftar mutasi.

Sejumlah posisi strategis yang mengalami perubahan di antaranya Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Wakil Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Wakaintelkam) Polri, serta tiga jabatan Kapolda.

Empat Brigjen yang mendapat promosi yakni Brigjen Pol Aries Syahbudin sebagai Kakorlantas Polri, Brigjen Pol Anom Setyadji sebagai Wakaintelkam Polri, Brigjen Pol Andi Syahriful Taufik sebagai Kapolda Kalimantan Utara, dan Brigjen Pol Yustan Alpiani sebagai Kapolda Lampung.

Mutasi terbaru ini kembali menjadi bagian dari penyegaran organisasi Polri setelah sebelumnya Kapolri juga melakukan pergantian terhadap 19 Kapolda.

Tiga Kapolda Berganti, Ini Nama Pejabat Barunya

Perubahan jabatan di tingkat kewilayahan mencakup Polda Kepulauan Bangka Belitung, Polda Kalimantan Utara, dan Polda Lampung.

Irjen Pol Agus Wijayanto dipercaya menjabat Kapolda Kepulauan Bangka Belitung menggantikan Irjen Pol Viktor Theodorus Sihombing.

Sementara itu, jabatan Kapolda Kalimantan Utara kini dipercayakan kepada Brigjen Pol Andi Syahriful Taufik. Ia menggantikan Irjen Pol Agus Wijayanto yang mendapat penugasan baru.

Adapun jabatan Kapolda Lampung dipercayakan kepada Brigjen Pol Yustan Alpiani, menggantikan Irjen Pol Helfi Assegaf.

Pergantian tersebut menjadi bagian dari penataan jabatan di lingkungan kepolisian, termasuk pengisian posisi strategis di tingkat pusat dan daerah.

Selain pergantian tiga Kapolda, mutasi kali ini juga menyentuh jabatan strategis di Mabes Polri.

Brigjen Pol Aries Syahbudin mendapat promosi sebagai Kakorlantas Polri, menggantikan Irjen Pol Wibowo.

Posisi tersebut memiliki peran penting dalam pelaksanaan fungsi lalu lintas, termasuk pengamanan, pengaturan, dan pengawasan lalu lintas serta koordinasi penanganan berbagai persoalan di jalan raya.

Sementara itu, Brigjen Pol Anom Setyadji dipercaya mengisi jabatan Wakaintelkam Polri. Ia menggantikan Irjen Pol Wawan Muliawan yang dimutasi menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Gadikwa Lemdiklat Polri.

Penempatan para perwira tersebut menjadi bagian dari pengisian jabatan berdasarkan kebutuhan organisasi dan pengembangan karier personel.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan mutasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier di lingkungan Polri.

Menurutnya, pergantian pejabat dilakukan untuk memperkuat kinerja institusi sekaligus menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian.

“Penempatan personel dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kompetensi, kapabilitas, rekam jejak, dan integritas. Prinsip meritokrasi menjadi bagian penting agar setiap personel yang mendapat amanah jabatan mampu menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab,” ujar Johnny dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (11/10/2026).

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pejabat yang telah menjalankan tugas dan memberikan kontribusi bagi organisasi Polri.

Kepada pejabat yang mendapat penugasan baru, Johnny berharap mereka segera beradaptasi dengan lingkungan kerja dan karakteristik wilayah masing-masing.

Menurutnya, penyesuaian tersebut diperlukan agar pelaksanaan tugas berjalan optimal tanpa mengabaikan kesinambungan program yang telah berjalan.

“Setiap pejabat diharapkan segera menyesuaikan diri, menjaga integritas, serta menghadirkan kinerja yang profesional dan responsif. Pada akhirnya, seluruh pelaksanaan tugas kepolisian harus berorientasi pada pelayanan dan kepentingan masyarakat,” katanya.

Johnny menegaskan, penguatan organisasi melalui mutasi jabatan harus sejalan dengan komitmen Polri untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kepercayaan publik.

Ia menyebut semangat tersebut sejalan dengan tagline Polri, yakni “Polisi Bersama Masyarakat”.

“Polri akan terus berupaya hadir dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tutupnya.