MAKASSAR, SULSEL.POJOKSATU.id - Tiga dosen muda Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin (Unhas) masuk dalam daftar World’s Top 2% Scientists 2025, yang disusun Stanford University bekerja sama dengan penerbit ilmiah Elsevier BV.

Ketiga dosen Universitas Hsanuddin tersebut adalah Prof. Firzan Nainu, Prof. Andi Dian Permana, dan Nurhasni Hasan. Mereka merupakan bagian dari sembilan ilmuwan Unhas yang tercantum dalam daftar World’s Top 2% Scientists 2025.

Firzan Nainu dan Andi Dian Permana merupakan ilmuwan Unhas yang masukWorld’s Top 2% Scientists 2025 selama tiga tahun terakhir. Sementara itu, Nurhasni Hasan berhasil masuk dalam daftar pada tahun ini.

Ketiganya memiliki bidang penelitian berbeda, mulai dari farmakologi, biologi molekuler, teknologi penghantaran obat, hingga pengembangan bahan alam untuk kebutuhan farmasi.

Berikut profil ketiga dosen Fakultas Farmasi Unhas dikutip laman resmi farmasi.unhas.ac.id

1. Prof. Firzan Nainu, Peneliti Farmakologi dan Biologi Molekuler

Prof. Firzan Nainu merupakan guru besar Departemen Farmasi, Fakultas Farmasi Unhas. Pria kelahiran Ujung Pandang, 10 Juni 1982, ini juga menjabat sebagai Ketua Departemen Farmasi.

Firzan Nainu mengampu sejumlah mata kuliah, antara lain Anatomi dan Fisiologi, Imunologi, serta Farmakologi I untuk jenjang sarjana. Pada jenjang pascasarjana, dia mengajar Farmakoterapi, Scientific Writing and Presentation, serta Literature Review.

Dalam bidang penelitian, Firzan Nainu berfokus pada farmakologi dan biologi molekuler, dengan minat tambahan pada imunologi dan virologi.

Dia memimpin Unhas Fly Research Group (UFRG), kelompok penelitian yang menggunakan lalat buah Drosophila melanogaster sebagai model untuk mempelajari aktivitas obat, mekanisme penyakit, sistem imunitas, dan fisiologi.

Pendekatan tersebut juga dimanfaatkan untuk mendukung penelitian awal dalam pengembangan terapi serta kajian mekanisme biologis yang berkaitan dengan penyakit.

Firzan Nainu menempuh pendidikan sarjana di Universitas Hasanuddin dan meraih gelar S.Si. pada 2005. Dia kemudian menyelesaikan pendidikan profesi apoteker di Unhas pada 2006, meraih gelar M.Biomed.Sc. dari James Cook University pada 2012, serta gelar Ph.D. dari Kanazawa University pada 2016.

2. Prof. Andi Dian Permana, Fokus pada Teknologi Penghantaran Obat

Prof. Andi Dian Permana merupakan profesor di Departemen Sains dan Teknologi Farmasi, Fakultas Farmasi Unhas.

Bidang penelitiannya berfokus pada farmasetika dan teknologi sediaan farmasi. Dia juga meneliti sistem penghantaran obat transdermal dan intradermal, mikroneedle, nanoteknologi, serta biofarmasetika.

Andi Dian Permana memimpin Kelompok Penelitian Sistem Penghantaran Obat Transdermal dan Transmukosal. Kelompok ini mengembangkan penelitian mengenai mikroneedle, nanomedisin, material cerdas, serta teknologi penghantaran obat yang diarahkan agar dapat mencapai target tertentu.

Selain itu, dia terlibat dalam Kelompok Penelitian Nutrasetikal dan Kosmesetikal Bahari. Penelitian dalam kelompok ini mendukung pengembangan senyawa bioaktif dari sumber daya laut menjadi bahan untuk produk nutrasetikal dan kosmesetikal.

Andi Dian Permana juga menjadi anggota aktif kelompok penelitian Penemuan Obat dari Bahan Alam atau NATURE-DRUG. Kelompok tersebut mengkaji senyawa bioaktif alami, potensi agen terapeutik, mekanisme molekuler, serta evaluasi farmakologis secara in vivo.

Pendidikan sarjana dan profesi apoteker diselesaikannya di Universitas Hasanuddin, masing-masing pada 2010 dan 2011. Dia kemudian meraih gelar M.Si. dari Unhas pada 2014 dan Ph.D. dari Queen's University Belfast pada 2019.

3. Nurhasni Hasan, Peneliti Sistem Penghantaran Obat

Nurhasni Hasan merupakan lektor kepala di Departemen Sains dan Teknologi Farmasi, Fakultas Farmasi Unhas. Dia juga menjabat sebagai Ketua Gugus Penjaminan Mutu Fakultas Farmasi Unhas.

Bidang penelitian Nurhasni berfokus pada sistem penghantaran obat, termasuk kajian yang berkaitan dengan efektivitas terapi dan pengembangan formulasi farmasi.

Dia terlibat dalam Kelompok Riset Efikasi Obat dan Keamanan Pengobatan atau DREaMS-RG. Kelompok ini mendukung penelitian tentang efektivitas terapeutik, keamanan pengobatan, serta penggunaan obat yang bertanggung jawab dan berbasis bukti.

Nurhasni Hasan juga menjadi anggota aktif Kelompok Riset Metabolomik dan Bahan Alam atau MNPRG. Kegiatan penelitian kelompok tersebut meliputi metabolomik, penemuan bahan alam, ekstraksi ramah lingkungan, evaluasi biologis, dan formulasi produk.

Nurhasni Hasan menyelesaikan Pendidikan sarjana dan profesi apoteker di Universitas Hasanuddin masing-masing tahun 2008 dan 2009. Dia kemudian meraih gelar M.Si. dari Unhas pada 2012. Sementara gelar M.Pharm.Sc. dan PhD diraih di Pusan National University, Korea Selatan.