MAJENE, SULSEL.POJOKSATU.id - Dr. Nurlaela, S.P., M.Si., dipercaya memimpin Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Sulawesi Barat (Fapertahut Unsulbar) periode 2026-2030.

Nurlaela yang merupakan Doktor Ilmu Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas) itu terpilih secara aklamasi dalam Rapat Senat Terbuka dengan agenda pemaparan visi dan misi calon Dekan Fapertahut Unsulbar di Ruang Sandeq, Villa Bogor, Majene, Senin (5/10/2026).

Terpilihnya Nurlaela menjadi babak baru dalam perjalanan karier akademiknya. Sebelum dipercaya menjadi Dekan Fapertahut Unsulbar, ia telah mengemban sejumlah jabatan strategis di lingkungan Universitas Sulawesi Barat.

Nurlaela tercatat pernah mengemban amanah sebagai Ketua Program Studi Agribisnis Unsulbar. Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Dekan II Fakultas Pertanian dan Kehutanan Unsulbar.

Di bidang akademik, Nurlaela menyandang jabatan fungsional Lektor Kepala. Pengalamannya di bidang tata kelola perguruan tinggi juga terlihat dari kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai Sekretaris Senat Unsulbar periode 2023-2027.

Dalam rapat pemilihan, Nurlaela memaparkan visi dan misi yang akan menjadi pijakan kepemimpinannya. Ia ingin menjadikan Fapertahut Unsulbar sebagai fakultas yang unggul dalam pengembangan sumber daya manusia, ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian serta kehutanan berbasis kebudayaan pada 2030.

Visi tersebut diarahkan untuk mendukung pertanian berkelanjutan, kelestarian hutan, serta menjawab berbagai persoalan lokal, nasional hingga global.

Nurlaela juga menegaskan kepemimpinannya akan diarahkan untuk membangun ekosistem fakultas yang kolaboratif, transparan, adaptif, berorientasi pada mutu dan akuntabel.

“Seluruh pelaksanaan Tri Dharma, mulai dari pendidikan, penelitian, pengabdian, pengembangan sumber daya manusia hingga kemitraan, diharapkan mampu menghasilkan manfaat nyata bagi universitas, masyarakat, maupun daerah,” ujar Nurlaela dikutip laman Unsulbar.

Untuk mencapai visi tersebut, Nurlaela menetapkan empat misi utama.

Pertama, menyelenggarakan pendidikan pertanian dan kehutanan yang bermutu dan relevan dengan membentuk lulusan berjiwa kepemimpinan, mampu berkarya serta memiliki jiwa kewirausahaan.

Kedua, memperkuat penelitian kolaboratif dan inovasi berbasis budaya.

Ketiga, memperkuat pengabdian dan kemitraan melalui karya inovatif serta pemikiran yang berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan pengelolaan sumber daya alam.

Keempat, membangun tata kelola fakultas yang bermutu, transparan, akuntabel dan berintegritas.

Dalam penyampaian visi dan misinya, Nurlaela mengaku haru sekaligus bangga atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia akan melanjutkan estafet kepemimpinan Fapertahut setelah sebelumnya dipimpin Prof. Dr. Ir. Kaimuddin, M.Si., pada periode 2019-2025.

Rektor Unsulbar Prof. Dr. Muhammad Abdy, S.Si., M.Si., berharap kepemimpinan Nurlaela mampu membawa Fapertahut menjadi fakultas yang semakin maju dan memiliki daya saing.

“Tentunya dekan yang terpilih nanti kita berharap akan mampu mengelola kemajuan Fakultas Pertanian dan Kehutanan menjadi fakultas yang disegani, fakultas yang favorit di Sulawesi Barat,” kata Muhammad Abdy.

Ia menilai penguatan tata kelola akademik menjadi bagian penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mahasiswa.

Menurutnya, tata kelola akademik yang semakin baik akan mendukung terciptanya proses pembelajaran yang optimal sehingga mahasiswa memperoleh kualitas pendidikan yang semakin baik.

Rapat pemilihan tersebut turut menghadirkan tim panelis, yakni Dr. Juanda Maulana, M.Si., Sekretaris Provinsi Sulawesi Barat Prof. Dr. Ir. Kaimuddin, M.Si., Ketua Senat Fapertahut Unhas, serta Muhammad Nasir Badu, Ph.D., Wakil Rektor I Unsulbar.