POJOKSULSEL, MAKASSAR - Sebanyak empat program studi Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) meraih akreditasi unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes).
Keempat program studi Fikes Unsulbar yang memperoleh akreditasi unggul yakni Program Studi S1 Keperawatan, Profesi Ners, Sarjana Terapan Terapi Gigi, dan Diploma Tiga Farmasi.
Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Unsulbar, Dr. Habibi mengatakan capaian akreditasi unggul merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika yang selama ini berkomitmen membangun budaya mutu di lingkungan kampus.
"Alhamdulillah, capaian ini merupakan anugerah sekaligus bukti bahwa budaya mutu di Fakultas Ilmu Kesehatan Unsulbar terus tumbuh dan berkembang," kata Habibi.
Ia menjelaskan, predikat unggul yang diraih oleh empat program studi ini bukan hasil kerja individu, melainkan hasil kolaborasi seluruh unsur, mulai dari pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, mitra, hingga para pengguna lulusan.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi momentum penting untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola kelembagaan yang mengacu pada standar nasional maupun internasional.
Meski baru menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan selama kurang lebih satu tahun, Habibi menilai capaian tersebut merupakan hasil estafet kepemimpinan yang telah dibangun oleh para pimpinan sebelumnya dan kemudian diperkuat melalui berbagai program peningkatan mutu yang terukur.
“Saya melihat capaian ini sebagai hasil estafet kepemimpinan yang baik. Dalam satu tahun terakhir, kami berupaya memperkuat sistem penjaminan mutu, meningkatkan kinerja akademik, memperbaiki tata kelola dokumen, memperluas jejaring kerja sama, serta memastikan seluruh indikator akreditasi dapat dipenuhi secara optimal,” jelasnya.
Ia menyebutkan berbagai upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan diraihnya predikat Unggul oleh empat program studi sekaligus.
Lebih lanjut, Habibi menegaskan bahwa predikat Unggul bukanlah tujuan akhir. Menurutnya, capaian tersebut justru menjadi titik awal bagi fakultas untuk terus berinovasi dan melakukan transformasi pendidikan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Kami tidak ingin berhenti pada pencapaian ini. Tantangan ke depan semakin besar, terutama dalam menyiapkan lulusan tenaga kesehatan yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki daya saing global, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan serta pengabdian kepada masyarakat,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada LAM-PTKes atas proses asesmen yang dinilai objektif dan konstruktif sehingga menjadi sarana evaluasi sekaligus perbaikan berkelanjutan bagi program studi di lingkungan Fakultas Ilmu Kesehatan Unsulbar.
Dengan raihan empat predikat Unggul tersebut, Fakultas Ilmu Kesehatan Unsulbar semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu institusi pendidikan kesehatan yang terus berkembang di kawasan Indonesia Timur.
Fakultas tersebut juga menegaskan komitmennya untuk menghasilkan lulusan tenaga kesehatan yang profesional, kompeten, dan memiliki daya saing tinggi di dunia kerja.
“Keberhasilan ini kami persembahkan untuk masyarakat Sulawesi Barat dan seluruh keluarga besar Universitas Sulawesi Barat. Semoga menjadi motivasi untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan kesehatan bangsa,” tutupnya.




