POJOKSULSEL, MAKASSAR - Guru besar termuda Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Andi Dian Permana, masuk daftar 2 persen ilmuan berpengaruh dunia.

Andi Dian Permana adalah satu dari enam dosen Unhas yang masuk daftar ilmuan berpengaruh dunia tahun 2024.

Andi Dian Permana merupakan guru besar bidang penghantaran obat pada Fakultas Farmasi Unhas.

Baca Juga: Chaidir Syam - Muetazim Mansyur Dapat Nomor Urut 2 pada Pilkada Maros 2024: Semoga Kemenangan Terulang!

Menyandang gelar guru besar Unhas pada usia 34 tahun. Andi Dian Permana dikukuhkan pada 11 Juni 2024.

Judul orasi ilmiah Dian Adi Permana saat itu, yakni Lalat Buah Drosophila Melanogaster Sebagai Organisme Model Dalam Drug Discovery dan Drug Repurposing: Potensi dan Tantangan Translasinya Dalam Pengobatan.

Adapun 5 dosen Unhas lainnya yang masuk daftar 2 persen ilmuan berpengaruh dunia adalah:

Baca Juga: 4 Pejabat Pemprov Sulsel akan Dikukuhkan sebagai Pjs Bupati Sore Ini, Berikut Nama-Namanya

Prof.Dr. Muhammad Alif K. Sahide, S.Hut., M.Si.,

Prof.Dr.Eng. Mawardi Bahri, M.Si.,

Prof.Dr. Dahlang Tahir, M.Si.,

Prof. Anwar Mallongi, SKM., M.Sc., Ph.D

Prof. Firzan Nainu, S.Si., M.Biomed.Sc., Ph.D

Baca Juga: 729 Peserta Ikuti Kemah Lomba Pramuka Penegak Tingkat Nasional di Kabupaten Maros

Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Prof Suharman Hamzah, mengatakan, masuknya 6 dosen Unhas dalam daftar 2 persen ilmuan paling berpengaruh di tahun 2024 sangat menggembirakan.

Menurut Suharman Hamzah, prestasi itu menunjukkan kinerja riset dan publikasinya terus meningkat.

"Inilah pencapaian terbaik dari kinerja riset dan publikasi selama ini," kata Suharman Hamzah dalam keterangan tertulis.

Baca Juga: Agus AN Ungkap Alasan Gabung Barisan Andalan Hati pada Pilgub Sulsel 2024

Ia mengatakan, jika Unhas selama ini hanya ada satu atau dua dosenmasuk daftar 2 persen ilmuan berpengaruh dunia.

Prestasi ini, lanjut Prof Suharman Hamzah, kian memperkokoh kinerja riset Unhas yang terus menunjukkan hasil dan prestasi menggembirakan.

“Kita sudah dekat-dekat dengan UGM yang tahun ini ada 7 penelitinya yang masuk di daftar tersebut,” ujarnya.

***