POJOKSULSEL, MAKASSAR - Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kemenag RI Prof Sahiron, memperkenalkan Prima Magang PTKI di acara wisuda IAIN Palopo, Sabtu (10/5/2025).

Prof Sahiron mengatakan, Prima Magang PTKI dimulai tahun 2025 dengan menyasar mahasiswa PTKIN maupun PTKIS semester 7 seluruh Indonesia.

Menurut Sahiron, Prima Magang PTKI akan memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk magang di perusahaan mitra selama dua hingga enam bulan.

Baca Juga: DPR dan BGN Gaspol, 300 Warga Makassar Hadiri Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis

Saat ini, kata Prof Sahiron, sudah ada 34 perusahaan yang siap menampung peserta Prima Magang.

Jumlahnya ditargetkan terus bertambah hingga 100 perusahaan secara nasional. Mahasiswa akan melalui seleksi ringan sesuai kebutuhan perusahaan yang dituju.

"Sampai saat ini, sudah 34 perusahaan yang mau menerima magang, ditargetkan ada 100 perusahaan secara nasional yang bisa menjadi tempat magang mahasiswa," kata Prof Sahiron seperti dilihat di laman Youtube Humas IAIN Palopo.

Baca Juga: MDA Audiensi Perdana dengan Bupati Luwu, Sepakat Percepat Realisasi Proyek Awak Mas

Program ini terbuka untuk seluruh mahasiswa PTKIN dan PTKIS di Indonesia. Mahasiswa bisa memilih sendiri tempat magang yang sesuai, sementara kampus dan perusahaan wajib mendaftarkan diri ke dalam sistem Prima Magang.

“Semester ganjil 2025, sudah bisa dimulai. Idealnya sambil skripsi, mahasiswa juga bisa dapat pengalaman kerja,” terang Sahiron.

Diktis melihat banyak lulusan S1 yang langsung terjun ke dunia kerja tanpa lanjut ke S2. Meskipun ada juga sebagian lulusan sarjana yang melanjutkan studi.

Karena itu, program ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan skill praktis sebelum wisuda. Sektor yang dituju pun beragam, mulai dari perbankan, tambang, hingga industri lainnya.

Baca Juga: Pengangguran di Sulbar Terkendali, 14 Ribu Tenaga Kerja Terserap dalam Setahun, Daftar 10 Besar TPT

Soft launching program ini telah digelar pada 2 Mei lalu. Grand launching direncanakan dalam waktu dekat bersama Menteri Agama.

“Saya sudah komunikasikan ke Pak Menteri, tinggal tunggu waktu pelaksanaan,” kata Sahiron.

***