POJOKSULSEL, MAKASSAR - Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Salah satunya melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program Makam Bergizi Gratis disosialisasikan Komisi IX DPR RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN) di Vann In Sky Makassar, Sabtu (10/5/2025).

Acara sosialisasi program Makan Bergizi Gratis ini dihadiri lebih dari 300 peserta. Turut hadir Anggota Komisi IX DPR RI Ashabul Kahfi, Tenaga Ahli Deputi Promosi dan Kerja Sama BGN Mochamad Halim, serta akademisi Universitas Hasanuddin Hadisaputra.

Baca Juga: Abbas Langaji Nyaris Teriak Tengah Malam, Cerita Momen Alih Status IAIN Palopo Jadi UIN Palopo

Menurut Ashabul Kahfi, MBG bukan sekadar program makan gratis. Tetapi investasi masa depan bangsa.

Selain untuk peningkatan gizi anak sekolah, MBG juga memperkuat UMKM dan ekonomi rakyat.

"Selain gizi, program MBG bertujuan untuk memberdayakan UMKM dan ekonomi kerakyatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif," katanya.

Baca Juga: Simak Tiga Arahan Menag 2 Hari Jelang Acara Wisuda Ternyata Jadi Isyarat Lahirnya UIN Palopo

Ia mengutip studi World Bank 2024 yang menyebutkan bahwa pemberian makanan bergizi di sekolah mampu meningkatkan partisipasi belajar, mengurangi malnutrisi, dan menekan angka stunting.

Dalam kesempatan yang sama, Mochamad Halim menegaskan bahwa MBG bertujuan menciptakan SDM unggul dengan asupan gizi berkualitas.

“Harapannya dengan adanya gizi yang di berikan pada masyarakat dengan program ini akan meningkat gizi berkualitas pada masyarakat,” jelas Mochamad Halim.

Baca Juga: Alih Status ke UIN Palopo, Prof Sahiron Minta Rektor Dukung Dosen Lanjut S3, Perkuat Bahasa Asing

Program ini merupakan bagian dari strategi nasional berdasarkan Perpres tahun 2024. Sasaran program tidak hanya peserta didik, tapi juga masyarakat umum.

MBG juga selaras dengan visi Indonesia Emas 2045. Pemerintah ingin menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan siap bersaing secara global.

Dengan kolaborasi lintas sektor, MBG diharapkan menjadi gerakan nasional menuju Indonesia bebas stunting.

***