MAKASSAR, SULSEL.POJOKSATU.id - Program Studi Teknik Pertambangan Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia terus memperkuat metode pembelajaran aplikatif berbasis praktikum, pada Kamis (15/10/2026). Mahasiswa Teknik Pertambangan ITB Nobel Indonesia tidak hanya memahami teori di dalam kelas, tetapi juga langsung mempraktikkan pengoperasian alat pemetaan modern.

Hal ini ditunjukkan melalui penyelenggaraan kuliah praktisi bertajuk “Pengenalan Alat Pemetaan”.

Dalam kegiatan ini, ITB Nobel Indonesia menghadirkan perwakilan dari PT Dinar Geoinstrument Makassar, Rendi, untuk mengenalkan secara langsung fungsi, prinsip kerja, serta pengoperasian alat ukur presisi Total Station dan perangkat survei geodetik yang digunakan dalam dunia industri pertambangan.

Rendi menjelaskan bahwa pembelajaran berbasis praktikum langsung sangat vital agar mahasiswa memahami secara utuh alur kerja pengukuran di lapangan, mulai dari pemetaan topografi, penentuan titik koordinat, hingga mendukung perencanaan area tambang.

"Praktikum langsung menggunakan perangkat standar industri membantu mahasiswa memahami bagaimana data topografi dan koordinat diukur secara akurat. Pengalaman memegang dan mengoperasikan alat secara langsung seperti Total Station ini memberi gambaran nyata mengenai eksekusi teknis di lapangan," ujar Rendi.

Lebih lanjut, Rendi menambahkan bahwa pemahaman mendalam terkait alat survei geodetik akan mempermudah mahasiswa saat terjun langsung ke lokasi proyek pertambangan yang sebenarnya.

"Di lapangan, tantangan medan sangat beragam dan menuntut ketelitian tinggi. Ketika mahasiswa sudah terbiasa melakukan kalibrasi, pembacaan data, hingga interpretasi hasil Total Station sejak di kampus, mereka tidak akan canggung lagi dan bisa langsung beradaptasi dengan ritme kerja industri," tambah Rendi.

Sementara itu, Ketua Program Studi Teknik Pertambangan ITB Nobel Indonesia, Ir. Tri Andriani Hs. Kandora, S.T., M.T., menekankan pentingnya penguatan praktikum sebagai bagian dari komitmen kampus dalam menghadirkan kurikulum yang relevan dan dinamis.

"Pembelajaran yang ideal adalah yang mampu menjembatani teori di ruang kelas dengan realitas di lapangan. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan pengetahuan akademis mahasiswa mewujud menjadi keterampilan teknis yang nyata, sehingga mereka tumbuh menjadi lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja," tegas Tri Andriani.

Tri Andriani juga menyampaikan bahwa kolaborasi dengan praktisi industri seperti PT Dinar Geoinstrument Makassar akan terus digalakkan secara berkesinambungan.

"Kami bertekad untuk terus menghadirkan fasilitas dan kegiatan pembelajaran yang up-to-date dengan perkembangan teknologi pertambangan terkini. Penguatan kapasitas praktikum ini adalah investasi utama kami agar lulusan Teknik Pertambangan ITB Nobel Indonesia memiliki daya saing unggul dan siap pakai di industri nasional maupun global," pungkas Tri Andriani.