POJOKSULSEL, PINRANG - Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia mendorong pengembangan kewirausahaan masyarakat Desa Sempang, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, melalui inovasi, digitalisasi, dan pemanfaatan potensi lokal.

Dorongan tersebut disampaikan dalam seminar kewirausahaan ITB Nobel Indonesia bertema “Menumbuhkan Entrepreneur Desa Melalui Inovasi, Digitalisasi dan Pemanfaatan Potensi Lokal” yang digelar di Desa Sempang, Rabu (2/9/2026).

Kaprodi Magister Manajemen dan Kewirausahaan ITB Nobel Indonesia, Fitriany, hadir sebagai pemateri dalam kegiatan di Desa Sempang.

Baca Juga: UIN Alauddin Makassar Siapkan Pengembangan Kampus 3, Gedung Fakultas Kedokteran Jadi Fokus

Fitriany mengatakan, potensi ekonomi yang dimiliki desa perlu dikembangkan menjadi produk bernilai tambah agar masyarakat tidak hanya bergantung pada penjualan komoditas dalam bentuk bahan mentah.

“Desa bukan lagi sekadar penyedia bahan baku mentah, melainkan pusat inovasi ekonomi baru yang mampu menciptakan lapangan kerja dan menekan arus urbanisasi,” ujar Fitriany.

Menurutnya, pengembangan kewirausahaan desa dapat dilakukan dengan mengoptimalkan potensi di sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan.

Baca Juga: Polrestabes Makassar Ungkap 47 Tersangka Kejahatan Jalanan Sepanjang Agustus, Ini Kasusnya

Potensi tersebut, kata dia, dapat diolah menjadi berbagai produk dengan nilai jual lebih tinggi melalui peningkatan kualitas, kemasan, diversifikasi produk, dan perpanjangan masa simpan.

ITB Nobel Indonesia juga mendorong keterlibatan generasi muda dan Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam pengembangan usaha desa.

Fitriany memperkenalkan tiga pilar yang dapat menjadi dasar pengembangan wirausaha desa, yakni inovasi produk, digitalisasi usaha, dan kolaborasi ekosistem.

Baca Juga: Bank Syariah Nasional Perkuat Kemitraan dengan UMI, Serahkan 9 Mobil dan 21 Tenda

Digitalisasi usaha dinilai dapat membantu pelaku usaha memperluas pemasaran dan menjangkau konsumen di luar wilayah Desa Sempang.

Sementara kolaborasi antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), kelompok tani, pelaku UMKM, dan unsur permodalan desa diperlukan untuk memperkuat pengembangan usaha secara bersama.

Selain memberikan penguatan melalui seminar, ITB Nobel Indonesia juga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Desa Sempang. ***