POJOKSULSEL, MAKASSAR - Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia dan Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) resmi memperkuat kerja sama strategis.

Nobel Indonesia dan PNUP sepakat tak menjadikan nota kesepahaman (MoU) sekadar dokumen seremonial, tetapi langsung diwujudkan dalam program kolaborasi yang konkret.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU oleh Rektor ITB Nobel Indonesia H. Badaruddin dan Wakil Direktur Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi PNUP Nurhayati yang hadir mewakili Direktur PNUP.

Fokus utama kerja sama ini adalah memastikan kesepakatan di tingkat pimpinan segera diterjemahkan menjadi kegiatan nyata oleh unit kerja masing-masing kampus. Dokumen implementasi berupa Memorandum of Agreement (MoA) juga akan disusun sebagai tindak lanjut.

Baca Juga: Fantastis! Laba Pupuk Indonesia Melonjak 253 Persen, Tembus Rp8,51 Triliun di Semester I 2026

Rektor ITB Nobel Indonesia Badaruddin mengatakan kolaborasi antarkampus menjadi kebutuhan penting untuk membuka lebih banyak peluang, khususnya dalam pengembangan riset dan kegiatan akademik.

Menurut dia, kerja sama ITB Nobel Indonesia dengan PNUP sebenarnya bukan dimulai dari nol. Sebelum MoU diteken, dosen dari kedua institusi telah lebih dulu berkolaborasi dalam penelitian hingga berhasil memperoleh hibah riset.

“Di era sekarang, kerja sama antarinstitusi adalah sebuah kebutuhan. Semakin banyak kita berkolaborasi, tentu semakin banyak peluang yang bisa dikembangkan,” ujar Badaruddin.

Ia menegaskan, pengalaman kolaborasi riset tersebut menjadi modal untuk memperluas kerja sama ke bidang lain.

Baca Juga: Sulsel Kerahkan 300 Pompa dan 100 Sumur Bor Hadapi Kekeringan Padi

“Kami berharap MoU ini tidak hanya menjadi sleeping MoU, tetapi benar-benar bisa diimplementasikan dalam banyak hal yang kita kembangkan bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Nurhayati menyampaikan pesan Direktur PNUP agar kerja sama tersebut tidak berhenti setelah seremoni penandatanganan.

Ia mendorong unit-unit teknis di kedua perguruan tinggi segera menyusun program bersama sehingga MoU memiliki hasil yang dapat diukur dan dirasakan.

“Semoga MoU ini tidak selesai sampai pada penandatanganan hari ini saja, tetapi segera ada tindak lanjut dan kegiatan yang dilakukan bersama hingga muncul dokumen implementasi kerja sama,” kata Nurhayati.

Menurutnya, kolaborasi menjadi semakin penting bagi perguruan tinggi untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki masing-masing institusi.

“Sekarang bukan zamannya lagi saling bersaing, melainkan kolaborasi memanfaatkan potensi bersama demi membina generasi muda bangsa,” pungkasnya. ***