POJOKSULSEL, MAKASSAR - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Republik Indonesia (RI), meluncurkan fasilitasi pelayanan tenaga kerja disabilitas di Aula Syekh Yusuf Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Makassar atau BBPVP Makassar, Jalan Taman Makam Pahlawan, Panaikang, Jumat (25/7/2025).

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan mengatakan, Kemnaker dan Baznas RI berkolaborasi untuk memfasilitasi penempatan 1.000 tenaga kerja disabilitas.

"Kolaborasi Kemnaker dan Baznas untuk penempatan teman-teman disabilitas, yakni 1000 tenaga kerja yang seluruh anggarannya dicover Baznas," kata Saidah Sakwan saat sambutan.

Baca Juga: Kurikulum Berbasis Cinta Diluncurkan dari Kota Makassar, Menag: Kita Disatukan Ikatan Cinta

Saidah Sakwan mengatakan Baznas memiliki visi mensejahterakan umat, termasuk di dalamnya adalah disabilitas.

"Tidak boleh ada satupun orang atau penduduk warga Indonesia yang kita tinggalkan karna kondisinya," katanya.

Ia menegaskan, disabilitas memiliki hak yang sama terkait akses pendidikan, pelatihan, dan akses dunia kerja.

Pada kesempatan yang sama, Saidah Sakwan mengatakan bahwa Baznas juga akan memfasilitasi program magang 3 ribu mustahik ke Jepang.

Baca Juga: Pemprov Sulsel Atensi Gaji PPPK, Segini Alokasi Anggaran di Tahun 2026

"Kami komitmen mendampingi teman-teman yang akan magang ke Jepang, sebanyak 3 mustahik yang dananya semua dari Baznas," katanya.

Menteri Ketenagakerjaan RI Prof Yassierli, mengapresiasi langkah Baznas RI dalam program fasilitasi pelayanan tenaga kerja 1.000 disabilitas dan program magang 3.000 mustahik ke Jepang.

"Kita bekerja sama dengan Baznas, yang siap memfasilitasi pelatihan untuk seribu orang disabilitas. Ini merupakan angin segar," katanya.

Baca Juga: Kampus Berdampak, PNUP Libatkan Mahasiswa dan siswa SMK Ciptakan 2 Inovasi Hingga Dilirik Industri

Yassierli mengakui bahwa tantangan ketenegarjaan sangat luar biasa saat ini.

Ia mengatakan, Kemnaker memiliki tugas menyiapkan sumber daya manusia, optimalisasi kerja keluar negeri, pertumbuhan perusahaan existing, dan menyiapkan tenaga kerja mandiri.

"Memastikan bahwa tenaga kerja tersedia, dengan adanya balai BBPBVP sebagai wadah pelatihan vokasi untuk kompetisi yang level moderat yang memang kebutuhannya langsung diserap dunia industri," ungkapnya.

***